Jumat, 02 Juni 2017

Pemaknaan Hijrah di Bulan Ramadhan

Hasil gambar untuk hijrah

“Merantaulah Kau akan dapatkan pengganti dari orang-orang yang engkau tinggalkan (kerabat dan kawan).
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang.” ~ Imam Syafi’i
Hidup merupakan akumulasi hari ke hari, tempat dan tempat, serta orang demi orang yang dilalui manusia. Dalam hidup manusia hampir tidak ada yang memiliki pengalaman yang sama. Hari kemarin akan terganti dengan hari ini, hari ini akan terganti dengan hari esok. Tempat demi tempat akan terus tersinggahi. Orang orang silih berganti mengisi hari, kemarin ia disayang mungkin besok bisa jadi dibenci begitu pula sebaliknya. Begitulah hidup selalu berubah satu – satunya yang tidak berubah adalah perubahan itu sendiri. Maka benar adanya hikmah dari Imam Syafi’i bahwa selalu ada ganti yang lebih manis kala hidup telah dilalui dengan perjuangan.
“When you change the way you look at things, the things you look at change” ~ Max Planck
Saya tertarik dengan kutipan di atas sekalipun mungkin keabsahannya bukan benar benar kutipan dari Max Planck. Namun saya ingin membahas sedikit makna perubahan lewat penemuan beliau dengan pengantar kutipan tersebut. Sebelum Max Planck berhasil menemukan fondasi dasar teori mekanika kuantum, mekanika klasik ala Newton sangatlah didewakan. Akan tetapi, ketika berurusan dengan tataran sistem atom dan sub atomik hukum yang didewakan itu tidak bekerja. Dari sini perlu dipikirkan paradigma yang berbeda dalam melihat fenomena fisis dalam tataran sistem tersebut. Sehingga dengan kerja kerasnya Max Planck berhasil memberikan sumbangsih besar terhadap tools matematik untuk menjelaskan fenomena fisis sistem atom dan sub atomik yang lebih kita kenal sekarang sebagai mekanika kuantum.
Begitulah perubahan bisa kita awali dari perubahan sudut pandang dalam melihat sesuatu. Sterotip lama yang sekiranya mengendap dalam alam bawah sadar bisa tergantikan karena sudut pandang yang berbeda. Tidak ada yang berbeda dalam kasus Planck di atas, objek yang diamati tetaplah sama. Sistem atomik sebagai sudut pandang yang berbeda mampu merubah penjelasan fisis pada objek yang teramati. Dengan semangat yang sama, sekiranya saya rasa Einstein pun pada akhirnya mampu menjelaskan teori Relativitas.
Lalu bagaimana perubahan ini bisa membawa kita menjadi lebih baik? Perubahan dimana Driving force utama perubahan tersebut adalah tuntunan Ilahiah, selanjutnya akan saya sebut sebagai hijrah. Teringat peristiwa besar dalam rangkaian perjalanan dakwah Rasulullah yakni peristiwa hijrah dari Mekkah menuju Madinah. Peristiwa ini menurut saya lebih dari sekedar keluar dari deraan siksaan menuju manisnya persaudaraan seiman, dari boikot sebagai kaum marjinal menuju kesetaraan yang diutamakan, dari perjuangan pembangunan akidah menuju pembangunan masyarakat madani.
وَمَن يُهَاجِرْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يَجِدْ فِي الْأَرْضِ مُرَاغَمًا كَثِيرًا وَسَعَةً ۚ وَمَن يَخْرُجْ مِن بَيْتِهِ مُهَاجِرًا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ يُدْرِكْهُ الْمَوْتُ فَقَدْ وَقَعَ أَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا
Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [An Nisaa’ (4): 100]
Hijrah merupakan perintah sekaligus ujian ketaatan, perintah sebagaimana tercantum dalam Al-Qur’an dan beberapa hadits. Perintah yang menjadi solusi di tengah kegetiran perjuangan yang semakin mengharukan. Sebagaimana Allah berjanji tidak akan memberikan beban yang tidak bisa ditanggung oleh hamba-Nya, maka hijrah pun adalah upaya Allah menyelamatkan hamba-Nya yang setia. Di satu sisi sekalipun sudah dibukakan keberkahan dari hijrah, masih ada ummat Rasul yang memilih bertahan. Entah karena alasan keluarga atau harta benda yang belum bisa ditinggalkan sebagian dari mereka tidak mengindahkan solusi yang Allah anjurkan. Maka darinya hijrah merupakan pilihan, bisa engkau ambil bisa engkau hiraukan.
Oleh karena hijrah itu pilihan tentu ada sesuatu yang siap direlakan atau seringkali kita sebut sebagai resiko. Hijrah bisa membuat seseorang jauh dari keluarga, jauh dari harta, jauh dari jabatan yang selama ini ia bangun. Sebagaimana dalam sejarahnya hijrah sebagai sesuatu yang besar, dalam kehidupan seorang muslim hijrah bisa menjadi keputusan besar dalam hidupnya. Sebut saja contoh sederhana bagi perempuan yang memilih untuk berhijab. Di awal waktu ia mungkin akan dapat omongan tidak enak (anyway kurang bisa membahasakan ‘sepetan’) dari kerabat terdekat, bisa jadi kurang dukungan dari keluarga, dan teralienasi dari lingkaran pergaulan yang sudah lama dibangun. Sekali lagi itu pilihan, namun bagi hamba Allah yang yakin akan janji-Nya itu semua tidaklah berarti. Karena sejatinya Allah telah membeli jiwa jiwa hamba-Nya yang mendekat pada-Nya dengan Surga.
Hijrah tak sesederhana perubahan seperti transformasi. Karena merupakan pilihan dan mengutamakan tuntunan Ilahiah. Apabila transformasi bisa terjadi hanya dengan perubahan bentuk. Maka hijrah selain perubahan bentuk jua diikuti dengan perubahan makna. Keduanya bisa berjalan paralel dalam perubahannya atau salah satu saling mendahului. Perubahan makna ini sama seperti perubahan paradigma dalam melihat sesuatu. Kembali dengan contoh hijab, semula sebelum hijrah bisa jadi ia melihat hijab sebagai sesuatu yang membebani karena hawa gerah dan tidak nyaman. Setelah hijrah ia kemudian bisa melihat bahwa hijab sebagai penolong dari panasnya hisab di akhirat.
Begitulah hijrah sebagaimana transformasi jua punya fungsi transfer. Fungsi yang membedakan input dengan output. Apabila tidak ada perubahan tentu bukan transformasi lebih lebih disebut hijrah. Semakin tinggi orde fungsi transfer semakin mendekati realita atau dengan kata lain output yang diprediksikan bisa semakin terealisasi. Untuk mendapatkan fungsi transfer dengan orde tinggi tentu tingkat kompleksitasnya usahanya pun semakin tinggi. Tapi tidak dalam kasus khusus di bulan penuh pengampunan seperti Ramadhan sekarang. Pintu pintu surga Allah bukakan, rekening rekening pahala dengan liquiditas tinggi terjadi di bulan suci ini.
Lalu bisakah kita mendapatkan fungsi transfer di kondisi paling menguntungkan ini? Penulis kembalikan jawabannya kepada masing masing dari kita. Jawabannya bisa bergantung dengan pemaknaan terhadap bulan Ramadhan ini serta niat tulus kehambaan kepada-Nya. Sebagaimana pemenang dalam bulan ini adalah orang yang taqwa, dan orang taqwa adalah sebaik baiknya output dari setinggi tingginya orde fungsi transfer seseorang yang berhijrah.

Selamat memaknai hijrah di bulan Ramadhan, semoga menjadi pemenang di bulan Syawal J

Minggu, 02 April 2017

Peran Pemuda Islam

·       Pepatah mengatakan :Pemuda adalah masa depan ummat, masa depan dunia dan kemanusiaan.
ü  Kenapa harus dari tangan pemuda masa depan umat ditentukan? Karena hanya merekalah yang akan menghadapi langsung realitas keseharian masa depan. Mereka yang akan meramaikan pentas ”sandiwara dunia” ini dengan peran penting yang dimainkannya.
ü  Sebab pemuda adalah produk generasi yang serba ingin tahu, ingin menunjukkan kebolehan dan kemampuannya dalam meraihcita-cita, meraih ‘izzah (kemuliaan) dunia dan akhirat, memiliki semangat dan kemampuan untuk belajar sekaligus mudah menyerap nilai-nilai kebaikan atau bahkan mudah terpengaruh dengan kejahatan (kemaksiatan).

·       DefinisiPemuda :
ü  Fase pemuda adalah fase dimana jiwanya bersatu lewat unsur-unsur kemanusian, menonjol dengan semangat hidupnya yang berkobar, semangat untuk mempelajari segalas esuatu (serba ingin tahu) serta dalam mengemban tugas dan kewajibannya (tanggung jawabnya).

·       Pemuda dalam Pandangan Islam :
ü  Menurut Islam, pemuda dapat member dan mendatangkan kebaikan sepanjang diarahkan ke arah yang baik.
ü  Pemuda adalah penunjang kemakmuran alam raya, sebagai khalifah di atas bumi ini.

·       Karakteristik Pemuda Dambaan Umat :
1.     Aqidah yang bersih
ü  Pemuda yang memiliki aqidah yang bersih adalah pemuda yang selalu mengarahkan segenap dayanya pada satu fokus, Allah SWT. Tegasnya, dengan aqidah dan iman yang mantap kehidupan yang kita jalani menjadi terarah. Hadist : “Akmalulmu’miniinaiimaananihsanuhumkhuluqan”artinyaMu’min yang sempurnaimannya, bagusakhlaknya.
2.     Akhlak yang karimah
ü  Kesempurnaan akhlak seorang pemuda berarti pelaksanaan ajaran-ajaran Islam secara menyeluruh. Setiap pemuda menekankan prinsip “mengambil yang utama dan mencampakkan yang buruk” dalam setiap aktivitas yang dilakukan sesuai dengan kaidah-kaidah ilahiyah
3.     Memiliki daya intelektual
ü  Pemuda Islam diharapkan memiliki ilmu dan wawasan yang luas, baik yang menyangkut ilmu tentang masalah-masalah keagamaan maupun ilmu pengetahuan lainnya yang terkait dengan kehidupan di dunia ini.
4.     Tubuh yang kuat
ü  Ketangkasan, kesegaran, dan ketahanan tubuh menjadi mutlak dimiliki. Hanya dengan itu mereka mampu menyelesaikan amanat.

·       Peran Pemuda Islam
ü  Para pemuda di zamanRasulullah SAW, menjalankan peran yang amat penting dalam penyebaran risalah Islam yang kemudian disebarluaskan kepada orang lain, diaplikasikan secara kongkret dan menjaga segenap amanat Rasulullah, karena mereka benar-benar memahami seluk beluk ajaran Islam (Syamil).
ü  Para pemuda Islam di abad modern ini adalah penerus mereka, yang harus selalu memperbaiki diri dan mengenal eksistensinya dalam rangka mengemban amanat Allah dan Rasul-Nya.
-        Sebagai peran pengganti.
-        Sebagai peran penerus
-        Sebagai peran pengisi.

·       Problematika Pemuda Islam dan Penyebabnya :
ü  Arus besar musuh Islam
ü  Penyelewengan dan penyimpangan pemikiran, opini berikut analisisnya, serta berbagai pengetahuan yang jauh dari nilai-nilai Islami.
ü  Meluasnya kebodohan

·       Solusi
a.      Memperkokoh keimanan atau aqidah kepada Allah swt.
ü  Tadabbur Al Qur’an. (Al Anfal : 2)
ü  Tafakkur. (Al imran : 190 – 191 )
ü  Meneladani sirah
ü  Mengusahakan adanya sahabat dan lingkungan yang baik.
“Seseorang itu mengikuti agama kawannya, karena itu perhatikanlah kepada siapa orang itu berkawan”.(HR. Abu Daud)
ü  Menghindari segala bentuk kemunkaran dan kemaksiatan.
ü  Melaksanakan peribadatan
ü  Dzikrul maut.
b.     Menanamkan perasaan dekat kepada Allah swt. (muroqobatullah) (57 :4, 58 : 7)
c.      Mewujudkan lingkungan yang islami. (tontonan, lingkungan pergaulan)
d.     Menumbuhkan tanggung jawab mengemban amanah da’wah.




Rabu, 01 Februari 2017

Mencari Sosok Mahasiswa Ideal


Halo kawan kawan tulisan ini ditujukan untuk mahasiswa tingkat awal dan siswa siswa yang menamai diri mereka calon mahasiswa. Jadi kalau pembaca yang terhormat bukan keduanya sebaiknya tidak dilanjutkan membaca, takut tidak worth it J. Di sini saya akan menceritakan pencarian jati diri seorang mahasiswa ideal. Tujuannya supaya tidak lagi banyak mahasiswa baru yang merasa gagal seperti yang penulis rasakan.
               Sebagai mahasiswa di awal awal masuk pasti akan disambut oleh perhelatan kaderisasi akbar di kampus masing masing. Di sini pasti kawan kawan akan dicekoki dengan berbagai dogma salah satunya mahasiswa adalah agent of change. Tak dapat dipungkiri memang karena sejarah mengatakan begitu terbukti dari lahirnya reformasi karena hasil udunan tenaga mahasiswa. Kemudian dalam keberjalanannya setelah menjadi mahasiswa setiap jurusan pun mengharapkan outcome dari jurusannya dapat menjadi pembeda merubah lingkungannya menjadi lebih baik. Akan tetapi, apakah benar semua mahasiswa bisa menjadi agent of change? Jawaban yang bisa penulis sampaikan hingga saat ini adalah tergantung, tergantung dari apakah mahasiswa itu bisa merubah dirinya selama menjadi mahasiswa menuju agent of change.
               Dunia kampus adalah dunia penuh dengan pilihan. Kamu bisa jadi apapun yang kamu mau. Terlebih bagi mahasiswa perantau yang sudah tidak lagi satu atap (sementara) dengan orang tuanya, pasti akan lebih bebas dalam menentukan pilihannya. Untuk itu di sini penulis ingin mencoba menawarkan sosok sosok mahasiswa ideal yang penulis lihat selama di kampus. Kawan kawan bisa memilih, mengombinasikan, menghilangkan, menyisipkan silahkan. Karena sejatinya ideal bagi setiap orang berbeda beda. Supaya tidak salah pilih, sebagai mahasiswa bau (red : baru) penulis menyarankan supaya kepolah sekepo keponya kawan kawan. Kepo ke kakak tingkat (kemudian disingkat kating), alumni, bahkan dosen, dan tak lupa minta restu kedua orang tua. Dengan pilihan tepat dan tindakan yang benar jalan menuju agent of change (positif tentunya) akan terbuka lebar.

1. Mahasiswa Akademisi yang Prestatif, kalau kamu ingin menjadi peneliti, dosen, atau semacamnya tentulah kamu harus punya prestasi dan nilai akademik yang mumpuni. Di sini kawan kawan juga bisa memfokuskan diri dalam memaknai prestasi itu sendiri. Bisa dengan semata mata IPK yang tinggi, ikut berbagai macam lomba, ikut penelitian dan seminar seminar ilmiah, atau bahkan exchange keliling luar negeri. Saran untuk dikepoi diantaranya mahasiswa berprestasi (jurusan, fakultas, dan kampus), mahasiswa langganan juara lomba (PKM, onmipa, osn-pti, robotika, atau non akademik lainnya), mahasiswa tempat tujuan exchange teman teman, alumni, dan dosen. Untuk menjadi akademisi yang prestatif teman teman juga perlu memerhatikan mau ambil berapa sks setiap semesternya, berapa kali mengambil semester pendek (kalau di itb agak susah sih), supaya tetap lulus tepat waktu juga apabila ada tawaran exchange selama satu semester atau bahkan satu tahun. Jangan harap di kampus untuk berprestasi bisa semudah saat SMP/SMA. Kalau mungkin ketika SMA, sekolahlah yang mendorong kita untuk mengikuti suatu lomba, di kuliah dosen tidak akan care dengan prestasi kawan kawan. Ya mungkin akan care kalau kawan kawan udah juara :p. Jadi jangan jumawa ketika IPK sudah tinggi lalu menunggu panggilan dosen untuk diikutkan suatu lomba. So, salah satu quotes menarik untuk bagian ini adalah prestasi itu diraih bukan didapat J.

2. Mahasiswa Aktivis, kalau kamu lebih tertarik untuk membangun relasi dan belajar memimpin sebuah kelompok tidak ada salahnya untuk terjun sebagai mahasiswa aktivis. Aktivitas dikampus sehingga kamu dicap sebagai aktivis sangatlah banyak. Mulai dari Kepanitiaan di Kampus (kalau di ITB ada Wisuda, AMI, OSKM/Integrasi, Gebrak Ganesha dll), Unit Kegiatan Mahasiswa (which is di ITB ada sampai 80an Unit), Himpunan Mahasiswa Jurusan, BEM Fakultas, MWA Wakil Mahasiswa, dan BEM tingkat Kampus. Selain itu banyak juga mahasiswa yang menggeluti bidang pengabdian masyarakat biasanya dalam bentuk Social Preneur, Gerakan Gerakan, Pengajar Relawan, atau yang benar benar membangun desa seperti KKN. Yang terkadang memberatkan bagi mahasiswa aktivis ini adalah naluri coba coba. Semua aktivitas diikutkan sampai membuat lupa kelas, lupa istirahat, lupa makan, sama mungkin lupa si dia *lah. Saran saya sebelum masuk ke setiap ranah tanyakan dulu ke kating kating yang mungkin memang sudah terjun di ranah tersebut. Coba tarik kelebihan dan kekurangannya kalau beraktivitas di sana lalu pertimbangkan juga dengan tujuan bermahasiswa masing masing. Sungguh kontraproduktif apabila kawan kawan malah mencoba semua dengan alasan penasaran. Lebih baik tanyakan saja rasa penasaran tersebut ke mereka mereka yang sudah ada di sana. Penulis menyarankan cukup memfokuskan 1 atau 2 kegiatan di luar akademik, silahkan kawan kawan pilih mau memilih semuanya namun menggilir di tiap semester atau memang fokus di satu ranah sejak semester awal. Lalu kalau sudah menemukan wadah yang tepat pertimbangkan kesibukan yang ada dengan kesibukan akademik. Di sini kawan kawan dilatih untuk bijak. Tidak di setiap waktu akademik selalu jadi nomor satu. Bisa jadi di rentang waktu tertentu di tempat teman teman beraktivitas akan terjadi bencana tsunami kalau teman teman malah mementingkan akademik (di luar waktu UTS sama UAS tentunya :p). Bijaklah akan setiap amanah dan tanggung jawab yang kawan kawan emban. Lalu yang kedua, proyeksikan kawan kawan akan menjadi apa di tempat teman teman beraktivitas. Kalau ingin menjadi Presiden BEM kampus, kepo kepo lah track record Presiden Presiden terdahulu. Supaya siap melanjutkan si dia *lah dia lagi*. Karena di setiap posisi menjanjikan pembelajaran yang berharga dan juga memusingkan kepala (kudu kepo2 juga paitnya :p).

3. Mahasiswa Pebisnis, nah ini buat kawan kawan yang punya niatan untuk mandiri sedari masih mahasiswa. Mungkin banyak dari kita ingin mandiri tapi tidak tahu darimana memulai usaha. Saran penulis untuk kasus seperti itu, cobalah untuk menjadi reseller dari dagangan orang lain. Kalau di ITB (punteun ya contohnya kampus sendiri terus, karena gk tau kondisi kampus lain), banyak mahasiswa yang berjualan donat, risol cocol, nasi kuning, atau pisang cool. Mungkin awalnya hanya untuk kegiatan danus saja (dana usaha). Namun, dari sini kita dilatih untuk memunculkan sense of business kita. Dari sini juga kita jadi ada relasi dengan pedagang aslinya tentunya. Sedikit banyak contoh mahasiswa yang berhasil di bidang bisnis seperti usaha makanan, usaha konveksi, usaha cetak buku, dan lain sebagainya. Saran sosok untuk dikepoi, mahasiswa pebisnis yang sukses duluan, alumni yang memiliki bisnis tentunya, serta orang orang yang menunjang kepada bidang bisnis yang nantinya teman teman geluti. Lalu warning dari penulis untuk yang bercita cita menjadi mahasiswa pebisnis adalah jangan lupakan kuliah. Karena bagaimanapun kawan kawan menjadi mahasiswa dulu sebelum menjadi pebisnis (biasanya). Jadi, jangan lupakan tujuan teman teman masuk kampus masing masing. Biasanya kalau profit sudah menjanjikan mahasiswa malah malas malasan untuk kuliah. Jangan salah fokus, bagaimanapun juga karena penulis bukan Bill Gates ataupun Steve Jobs : Tuntaskan Kuliahmu! J

4. Mahasiswa Aktivis yang Prestatif, nah untuk spesies ini termasuk langka kawan kawan namun sering saya temui sih kalau di ITB. Mahasiswa yang keliatannya gak tau kapan belajarnya, malah terlihat lebih sering rapat tapi Indeks Prestasi terbang mengangkasa. Mungkin ini sosok ideal yang umum di mata mahasiswa yang baru. Saran saya untuk bertekad menjadi mahasiswa seperti ini, kamu harus kuat nak. Lalu jangan tertipu bahwa kehidupan mahasiswa ini selalu paralel dalam pencapaiannya. Terkadang kasus yang sering saya liat, mahasiswa yang terlihat sebagai aktivis yang prestatif punya cara unik untuk memfokuskan diri. Mungkin bulan ini memang ia habiskan untuk beraktivitas atau menuntaskan amanah amanah kampus, setelah selesai bulan/minggu selanjutnya ia memfokuskan diri untuk lomba, lalu tak lupa mengejar IP di kelas. So do you dare enough to become common sense of mahasiswa ideal ini?

5. Mahasiswa Aktivis yang prestatif dan punya bisnis ulung, satu kata untuk mahasiswa ini. Gokil. Sejauh ini saya belum menemukan mahasiswa seperti ini. Katanya sih dulu di ITB ada, tapi kalau ada saya pastikan dia manajemen fokusnya melebihi si nomor 4. Karena saya belum nemu jadi gak bisa cerita banyak ya di sini ^^.
So, untuk membantu mengkonstruksi sosok mahasiswa ideal dari berbagai pilihan yang ada. Penulis ingin membagikan tips.

1. Pilihlah jalanmu sendiri
Dari cerita saya di atas mungkin baru sebagian dari sekian banyak pilihan mahasiswa yang ada. Salah satu yang belum tertulis mungkin mahasiswa yang sukses membina rumah tangga di usia muda :p. So, jangan terkungkung atas 5 deskripsi yang saya uraikan di atas. Silahkan kepo kepo ke berbagai narasumber yang bisa kawan kawan jangkau. Selagi tingkat awal maksimalkan lah informasi yang ada untuk kemudian memilih jalan ideal yang ingin dilalui.

2. Fokus pada Pilihan
Seperti yang sudah saya singgung di bagian atas. Bahwa sejatinya kita tidak bisa mendapat banyak hal dalam satu kali tangkapan. Harus ada yang didahulukan dan harus ada yang ditinggalkan. Ini adalah masalah prioritas. Sebagai mahasiswa penulis merasa skill inilah yang sangat terasa. Bagaimana me-manage prioritas, tanggung jawab, dan hal hal penting yang menunjang masa depan. Karena waktu yang kita miliki terbatas, fokuslah pada pilihan yang sudah kawan kawan ambil lalu bijaklah dalam memilih prioritas di setiap waktunya.

3. Jangan menyesal atas Pilihanmu
Penyesalan memang selalu datang di akhir. Kawan kawan di suatu waktu mungkin akan merasakan menyesal akan hasil yang didapat. Jangan kaget ketika kawan kawan mungkin dapat E, bisa jadi itu karena pilihan kawan kawan untuk tidak belajar dan menganggap remeh setiap tugas kuliah. Lalu jangan terlalu sering membandingkan diri dengan orang lain. Karena orang lain tidak tau kapasitas kita, dan kita tidak tau apa saja ujian yang sudah dilewati orang lain untuk mencapai kesuksesannya. Teruslah berkembang dan jadikan orang yang sukses duluan sebagai guru dalam pengalaman dan perjalanan kawan kawan menuju sosok mahasiswa ideal yang kawan kawan idam idamkan.
Sekian saja tulisan ini penulis buat, silahkan memaknai sosok mahasiswa ideal masing masing. Selamat berubah menuju agent of change. Seperti tulisan saya sebelumnya. Selamat berjuang mahasiswa, Indonesia menanti kontribusimu. Hidup Mahasiswa!
Tulisan terkait : https://www.zenius.net/blog/12371/kuliah-ipk-organisasi-panitia-mahasiswa

                                                                                                                                       Ttd



                                                                                                                   Mahasiswa yang Belum Ideal
                                                                                                                        Hilmy Adam Jieta Pradana

Senin, 27 Juli 2015

Great Habits for PTN Hunter

Serem banget ya judulnya sengaja deh biar gampang di search google haha. Kali ini saya pengen share nih tentang pola pola kebiasaan anak anak yang "biasanya" lolos di PTN impian masing masing. Tulisan ini berdasarkan pengamatan pribadi aja ya jadi jangan ada yang mention di twitter saya minta data anu ini haha.

1. Visi atau Rencana yang jelas di jauh jauh hari

Nah Great Habits yang pertama dan sering saya temukan yakni anak anak yang "biasanya" lolos ini udah punya tujuan yang jelas mau kemananya setelat telatnya waktu pertama masuk kelas XII. Tujuan ini bisa jurusan, univ, or both of them. Sampai sampai tujuan ini sering jadi status alay mereka seperti "sekarang pake sarung gajah besok pake jamal gajah aamiin" atau "sebelum janur kuning melengkung saya harus milik jaket kuning" dan lain sebagainya. Dengan adanya rencana yang jelas diawal ini bisa dipastikan mereka mereka sudah punya titik start untuk berjuang. Karena kebanyakan yang saya lihat adik adik emesh ini baru tau tujuannya kemana ketika sudah ramai pendaftaran snmptn. Itu telat serius jangan diulangi ya. 

2. SKSD sama senior di kampus impian

Sudah punya tujuan terus adik adik yang "biasanya" lolos ini mulai gencar di medsos deketin senior senior kampus, temen seperjuangan atau orang lewat kaya yang nulis blog ini. Intinya sih mereka udah kebelet ngampus jadi rasa penasaran akan suasana kampusnya tinggi jadi deh serakah informasi sebanyak banyaknya. Nah yang ini nih kadang yang sering kelewat batas. Maksudnya nanya gimana kuliah di sana malah keceplosan "berapa ipk kak?" "Kapan lulus kak?" Nikahnya habis lulus apa pas mahasiswa kak?" Ditahan tahan ya dik kalau hampir keceplosan tanya itu ke mahasiswa haha. 

3. Makin deket sama Sang Pemilik PTN 

Fenomena ini lumrah terjadi bagi kelas XII. Ya mungkin karena fitrah manusia yang kalau ada maunya seketika jadi baik. Tapi semoga dengan adanya momen harapan masuk PTN ini jadi batu loncatan sendiri buat hijrah menjadi sosok yang lebih baik *ceilah.

4. Menciptakan Lingkungan yang Optimis dan Kondusif

Kata menciptakan disini perlu digarisbawahi ya, karena saya sering dapat keluhan kalau lingkungan doi doi yang nanya ke saya itu tidak mendukung pencapaian targetnya. Jadi untuk solusi hal hal yang semacam itu ya mau gak mau dari diri sendiri harus menciptakan suasana mendukung itu. Bisa mungkin buat kelompok kelompok kecil yang saling mendukung mengejar PTN ataupun dekor dah tuh kamar kamar penuh coret coret impian hehe.

5. Buru buru daftar bimbel atas kemauan sendiri

Nah kalau di sini yang perlu digarisbawahi adalah kemauan sendirinya. Berdasarkan hemat pribadi dan denger denger dari cerita masih banyak nih mereka mereka yang daftar bimbel atas kemauan orang tua atau cuma ikut ikut temen. Bukan berarti saya nyuruh temen temen bimbel ya, kalau memang keadaan finansial tidak mendukung jangan dipaksakan. Sekarang ada voucher belajar online macem zenius.net yang murah kok dibanding bimbel. Mulai dari kemauan sendiri itu penting baik dalam menentukan jurusan, universitas, ataupun cita cita setelah lulus nanti. Jangansampai ada penyesalan di akhir.

6. Mengasah terus kemampuan tak peduli seburuk apapun modal yang dimiliki

Sering saya dengar keluhan keluhan yang terlalu menyalahkan masa lalu. "Iya da aku mah rengking bontot kayaknya bisa kuliah aja udah syukur" -_-. Pelis atuh bangun ya, seharusnya yang kaya gini bagus mereka udah tau modal awal mereka segimana bukan untuk dikeluhkan. Kalau sudah tau modal awal pas pasan seharusnya usahanya lebih dari mereka yang genius per sempre.

7. Biasanya Jomblo

Nah kalau ini bukan habits mutlak ya haha. Tapi biasanya saking militan dan komitmennya berjuang ada aja yang break dulu istilahnya mah ceunah. Atau kalaupun ada hubungan biasanya keduanya saling mendukung buat berjuang wujudkan impian masing masing. Tapi saran saya setaun ini mending jomblo dulu dah syukur syukur sampai akad nanti *uhuk. Walau kata marsmellow "ini cuma cinta bukan matematika" tapi serius tenaganya abisin aja buat mengerjakan soal matdas dulu jangan ditambah tambah polemik kehidupan cinta nan fana :v.

Ya sekian aja deh tulisan ini, yang lolos PTN memang gak semuanya punya ciri ciri seperti di atas. Tapi untuk kamu yang masih bingung arah dan tujuan good habits ini sangat layak kamu coba. Semangat berjuang! :)

Kalau ada yang mau nambahin atau mengomentar dan butuh respon mention aja di tweet saya @hilmyadamjp

Selasa, 26 Mei 2015

Tips Tips pre dan hari H SBMPTN

Wahai siswa siswa yang melabelkan dirinya sebagai pejuang sbmptn. Apa kabar? Semoga sudah banyak kertas yang kau coret coret dan sudah banyak pensil yang tergerus oleh peluh juangmu ya J. Oke disini gue mau bikin update-an nih dari tulisan gue yang kemarin kemarin. Jadi disini gue mau bagi cerita nih apa aja yang gue lakuin waktu H-14 SBMPTN 2014. Sambil inget inget ya hmmm waktu itu kalau gak salah try out PG gue udah nyampe angka 60an, udah dinyatakan lolos FTI di try out. Tapi terus gue kudu jumawa? Enggak lah coy, masih inget kan kalo SBMPTN itu lingkupnya nasional? Try out mu lulus di bimbel X, apa emang yang daftar SBMPTN siswa bimbel X aja? Enggak kan ya, makanya sekarang belum waktunya kaum kaum yang katanya pejuang bersenang diri. Ayo berlatih lagi sedikit lagi kok J

Nah oke itu intronya aja jadi yang mau gue sampein dalam bentuk poin poin aja ya biar agak rapihan dikit. Cekidot list-nya :

1. Perbanyak latihan Soal materi yang sudah dikuasai
Ini nih penting banget, soalnya kalau gue pribadi lebih prefer mantepin di beberapa bab yang emang jago disitu daripada semua bab tapi setengah setengah. Apalagi kondisinya udah H-14 aja nih ceritanya, takutnya gak keburu kalau ngejar materi yang sama sekali belum di review selama ini. Toh di SBMPTN kan materi kelas X-XII ada kok yang gak keluar. So, mending mengasah pisau yang sudah ada kan daripada mengasah batu akik orang lain *salah.

2. Inilah masa Klimaks Perjuangan SBMPTN
H-14 ini bisa dibilang puncak puncaknya perjuangan buat lolos SBMPTN. Serius jangan ditunda lagi biar kalau udah H-7 dan semakin mendekat pikiran jadi lebih panik. Mending sekarang begadang sampai malem bela belain Cuma buat khatamin buku bank soal TPA atau yang lain. Mending sekarang kamu ngunci diri di kamar Cuma buat ngoreksi kesalahan kesalahan yang udah dilakukan selama try out Mending sekarang pastiin diri untuk siap SBMPTN jangan sampai keluar pikiran belum siap SBMPTN menjelang hari H banget. Terus selama ini kamu kemana kalau belum siap? Mending sekarang sebelum nanti menyesal.

3. Bikin mind map yang eye-catching
Serius ini juga penting kalau menurut gue, rangkuman rangkuman konsep yang ringan bisa banget dibaca menjelang hari H atau bahkan pas hari H (sebelum testnya tentunya hehe). Kemarin juga kayaknya gue ngumpulin 30an lembar mind map buat persiapan SBMPTN haha.

4. Pastikan diri mengenal Lokasi Ujian
Bagi yang udah daftar pasti udah tau kan ya tempat ujiannya dimana. Nah pengetahuan tentang lokasi ujian juga cukup penting nih biar gak bingung pas di hari H. Kalau belum sempat survey lapangan paling tidak sudah Tanya Tanya dulu lah ke orang orang terdekat yang tahu betul lokasi tersebut. Oh iya cari temen juga yang satu lokasi ujian biar nguatin mental dan bisa jadi temen berangkat bareng.

5. Jaga Kesehatan
Ini penting nih kalaupun mungkin seminggu ini bakal kurang tidur jangan lupa imbangin dengan makan makanan yang bergizi. Pelis sampai hari H aja jangan menambah resiko penyakit di hari H, sayang banget kan? Ayo fokus juga ke persiapan SBMPTN nya pikiran jangan multitasking stress ke yang lain juga.

6. Minta maaf dan minta restu ke orang orang terdekat
Nah kenapa ini ya? Entah kenapa kalau bagi gue yang satu ini ngaruh banget. Selain menjalin silahturahmi yang mungkin sempat merenggang karena kesibukan selama ini kamu juga bisa coba menyelesaikan masalah yang belum kelar atau minta balikan ke mantan *oke ini salah. Paling tidak dengan itu bisa melegakan hati menjelang hari H.

Oke segitu aja kali ya, mohon maaf apabila ada yang kurang. Oh iya sekalian deh ya, yang belum banget kebayang apa aja yang bakal dihadapi di hari H ada bonus nih tips di hari H SBMPTN dari gue

1. Untuk tempat lokasi yang jauh dari rumah, coba cari tempat penginapan atau rumah saudara yang dekat dengan lokasi ujian.
2. Belajar secukupnya di malam hari H, prioritaskan untuk istirahat dan berdoa.
3. Beli cemilan semacam roti atau susu untuk dimakan ketika hari H, serius bakal laper banget selesai sesi pertama ujian.
4. Cek kelengkapan administrasi SBMPTN, pastikan lengkap dan tidak ada yang tertinggal.
5. Minta restu orang tua sebelum keberangkatan.
6. Senjata yang wajib dibawa : 4 Pensil 2B yang sudah diserut atas bawah, penghapus kalau bisa beli yang panjang terus dipotong jadi 3 atau 4 bagian, papan yang mulus tanpa retakan.
7. Yakinkan diri bahwa kamu orang yang layak dapat kata SELAMAT, apapun kondisimu. Be Relax.

 Good luck brother and sister. Feel free to ask J
Facebook : facebook.com/Greget.Solver
Twitter : @hilmyadamjp
Ask.Fm : @hajp29

ID Line : hajp29

Minggu, 05 Oktober 2014

Islam Tidak Gaul, tapi Indah tuk Digauli

Islam Tidak Gaul, tapi Indah tuk Digauli
Oleh: Hilmy Adam Jieta Pradana
            Assalamu’alaikum sahabat – sahabat, ditulisan kali ini saya ingin bercerita tentang betapa indahnya menjadi remaja yang bernaung dalam Islam. Pertama marilah kita selaraskan makna kata “Gaul” di sini. Gaul di sini artinya “mengikut”, ya Islam bukanlah agama yang hanya ikut-ikutan perkembangan zaman. Akan tetapi Islam hadir sebagai petunjuk umat manusia untuk tetap selamat di setiap perkembangan zaman sampai akhir dunia nanti.
            Remaja, istilah yang sepertinya identik dengan kegamangan dan kegalauan. Akan tetapi justru disinilah waktu untuk memupuk bekal kepribadian yang akan dijadikan prinsip ketika berkemasyarakatan pada saat dewasa kelak. Sungguh sangat penting memang masa – masa remaja ini sampai – sampai Mario Teguh selalu menyindir mereka dengan sebutan anak muda. Selain itu, nilai – nilai yang didapat di masa ini bisa mengakar sampai dewasa kelak. Oleh karenanya, terkadang banyak oknum oknum yang memanfaatkan kegamangan remaja ini. Oknum – oknum ini memberikan doktrin – doktrin yang menjurus ke arah radikal, sehingga nantinya remaja yang terpengaruh mau mengikuti apa yang diinginkan oleh oknum – oknum tersebut.
            Tidak hanya masalah mengenai hal tersebut, remaja sekarang juga menemui masalah dalam arus budaya barat yang booming di era globalisasi seperti sekarang. Media begitu mudah diakses, informasi – informasi yang tersedia pun tidak ada filter yang jelas bagi siapa informasi itu tertuju. Tidak terkecuali akses mengenai konten – konten kekerasan, porno, dan tindakan – tindakan tidak terpuji lainnya. Public figure yang idealnya adalah orang – orang berprestasi nan berpengaruh bagi kehidupan bermasyarakat kini bergeser ke artis – artis yang membawa tren aktual masa kini. Sehingga secara tidak sadar artis – artis ini menjadi panutan kebanyakan remaja di masa sekarang. Ada remaja yang mengikuti gaya pakaiaannya, gaya rambutnya, gaya hidupnya, bahkan gaya berasmara para artis tersebut.
            Kesemua hal tersebut berimplikasi pada perilaku kebanyakan remaja saat ini. Banyak aksi tawuran, meminum minuman keras, penyalahgunaan narkoba, seks bebas, dan penyimpangan – penyimpangan lain yang menenggelamkan masa remaja ke dalam jurang kehinaan. Apabila di masa remaja saja hidupnya sudah gelap, bagaimana nanti ketika berkembang menjadi dewasa seutuhnya. Tidak bisa dibayangkan hal macam apa yang akan dilakukan oleh remaja yang tumbuh dalam kegelapan. Semoga kita tidak termasuk dalam golongan – golongan tersebut aamiin.
            Menakutkan ya? Terus apa kita tidak perlu melewati masa remaja biar tidak mengalami hal – hal tersebut? Eits, tunggu dulu sahabat – sahabat jangan jadi phobia dengan masa remaja ini. Kita tidak mungkin menjadi dewasa yang tangguh tanpa melewati derasnnya ombak di masa galau ini. Lalu, bagaimana menghadapi ke semua itu? Nah Islam punya solusi akan semua hal itu sahabat – sahabat. Mari kembali bersama dalam satu bahtera naungan Illahi. Dalam Islam pula sahabat – sahabat akan temukan  pedoman hidup yang jelas yang bisa sahabat – sahabat gunakan untuk berkehidupan sebagai remaja. Informasi – informasi Islam tertuang dengan manis di dalam Al-Qur’an, dan sangat mudah untuk diakses. Bahkan Allah sediakan pahala bagi sahabat – sahabat yang hanya membaca informasi tersebut dalam Al-Qur’an. Di dalam Islam tersedia pula figur hebat yang bisa dijadikan suri tauladan sahabat – sahabat, yakni Nabi Muhammad. Gaya hidup, gaya bergaul beliau merupakan rujukan utama bagi hamba Allah yang bernaung dalam Islam. Hal-hal yang terkesan sepele seperti makan, berbicara, tidur, berpakaian sudah beliau contohkan semasa hidupnya. Para peneliti di era sekarang pun sudah banyak yang mendapatkan atau membuktikan manfaat – manfaat dari mengikuti gaya hidup Nabi Muhammad.
            “Tapi Islam terkesan kuno, dan gak gaul” mungkin beberapa dari sahabat akan berceletuk seperti ini. Ya, Islam memang tidak gaul dalam artian Islam tidak akan mentolerir penyimpangan – penyimpangan perilaku remaja seperti sekarang ini. Akan tetapi, apa sahabat – sahabat menjamin semua remaja yang dikatakan “Gaul” ini bahagia? Tentu tidak, banyak dari mereka menyesal ketika sudah terlanjur melakukan penyimpangan – penyimpangan yang ada. Oleh karena itu, sebelum kita menyesal karena terjerumus ke dalam juran kehinaan mari kita sama – sama bergaul dengan Islam. Dengan bergaul bersama Islam akan tumbuh rasa malu ketika melakukan penyimpangan yang tidak diinginkan. Islam hadir dan amat sesuai dengan nurani jernih umat manusia. Sehingga apa – apa yang dianjurkan dalam Islam sungguhlah bermanfaat bagi manusia dan apa – apa yang dihindari oleh Islam amatlah membahayakan bagi manusia
            Sahabat – sahabat sekalian, ada kalanya ketika kita sudah bergaul dengan Islam teman kita yang belum menertawakan kita. Tapi, percayalah sahabat – sahabat ketika sahabat menanyakan pada hati nurani sahabat yang jernih pastilah terdengar bisikkan untuk tetap bergaul dengan Islam. Tetap berbanggalah menjadi remaja muslim yang jauh dari penyimpangan, serta rangkul teman – teman yang kini tengah atau sudah terjerumus di dalam penyimpangan yang ada.
            Berbangga hati pula ketika menjadi Remaja yang hatinya terpaut dalam Islam, sebab Allah memuliakan umat-Nya yang ketika mudanya tetap taat dan patuh kepada Allah. Tidak perlu risau ketika berbeda dengan teman – teman yang mengecap diri mereka “Gaul”. Sungguh hanya bergaul dengan Islam saja hati merasa tenteram dan hidup akan terasa tenang.

            Ayo mari bersama – sama buktikan itu sahabat – sahabat. Kita cari keindahan Islam saat digauli. Semoga dengan menjadi remaja muslim yang taat, sahabat – sahabat bisa menjadi dewasa yang tangguh dan punya karya besar suatu saat nanti. Aamiin J

Senin, 25 Agustus 2014

Pengalaman Ber-SBMPTN Chapter 5 (Final)

Assalamu'alaikum wr.wb

Oke sampai juga nih di chapter final setelah cerita panjang di chapter - chapter sebelumnya. Di 2 minggu sebelum SBMPTN ini gue gak mau ngulangin kesalahan seperti waktu UN dulu yang kena syndrom "Istirahat dulu". Di masa - masa gentir ini gue tetep belajar ya walaupun dosisnya agak turun dari yang kemarin kemarin. Oh iya barangkali ada yang penasaran sama kartu SBMPTN ni gue ada SS nya hehe...



Bahkan gue tetep doyan nginep di GO, waktu itu gue nginep di GO Cilimus sebelum ikut TO terakhir bareng temen gue febrian. Enjoy banget deh memori nginep2 gitu, bagi yang mau ikutin jangan lupa ijin orang tua dulu penting banget tuh hehe. TO terakhir gue coba simulasikan banget kaya SBMPTN nya sampai2 pakai sepatu dan kemeja gitu wkwk. Ya walaupun agak turun PG gue jadi 60% paling gak mepet2 lah sama PG FTI. H-2 SBMPTN gue minta maaf ke teman - teman dan keluarga gue barangkali gue ada salah ya sekalian minta ridho juga, lumayan sih jadi nambah aura positif sebelum tesnya. H-1 SBMPTN gue pamit ke keluarga buat nginep di Cirebon dekat tempat tes, soalnya gue gak mau ada kejadian terlambat datang di hari nan sakral itu hehe. Tak lupa gue pun survey tempat tes, ternyata gue duduk dipojok *ah gak penting. Malam hari menjelang tes gue maksimalin buat tenangin diri dengan sholat dan tadarus aja di kamar penginapan. Gak lupa juga gue beli roti gitu buat ngeganjel perut waktu tes hehe. Gue pun tidur dengan nyenyak dengan hati yang penuh kedamaian.

Pagi harinya aku jalani dengan seperti biasa, mandi dan sarapan dengan tenang dan tak lupa meminta restu orang tua via sms. Dengan modal PD aku masuk ruang tes dengan tenang, Pengawas pun datang dan mulai memaparkan peraturan - peraturan selama tes berlangsung. Tes pertama pun dimulai tes kemampuan Saintek, awalnya gugup sih karena ada rasa takut gak bisa ngerjain satu soalpun. Tapi perlahan rasa takut itu memudar dengan terjawab satu dua soal dan berangsur banyak hehe. Kendalanya waktu itu Cirebon panas jadi gue keringetan pas ngerjain, tapi untungnya bawa sapu tangan jadi gak ngotorin LJK. Singkat cerita gue berhasil ngerjain 30an lebih soal Saintek dengan tingkat yakin 80% hehe. Lumayan PD buat ngelanjutin di TKPA nya, istirahat gue pakai buat sholat dhuha dan makan cemilan yang gue beli semalam sebelumnya.
Tes TKPA soal TPA nya beda banget dengan yang ada di TO, tapi lagi lagi untung juga pernah nemu model diagram venn gitu di zenius jadi bisa lah ngerjainnya. Matdas lantjar jaya gue babat 12 soal hehe, indo inggris lumayan lah. Alhasil 70an soal berhasil gue babat di sesi ini dengan tingkat keyakinan 60% hehe agak gak PD soalnya di bahasanya.

Pulang dari tempat tes gue langsung ambruk karena faktor tes dan faktor cuaca di Cirebon. Gue salut deh sama2 beberapa bimbel yang malemnya udah ngeluarin aja kunci kunci jawaban SBMPTN versi mereka. Keesokan harinya dengan polos gue koreksi aja, hasil dari tiap kunci pada beda beda ada yang nyatain lulus dan ada yang nyatain enggak. Ya gue tetep optimis aja dan berfikiran positif bakal diterima di pilihan pertama dengan tetap meminta doa dari orang tua dan saudara saudara lainnya. BT juga sih menunggu di masa masa pengumuman tapi ya gue manfaatin aja buat berinteraksi dengan orang lain, soalnya waktu berjuang terlihat cenderung ansos wkwk.

Singkat cerita hari pengumuman pun tiba, tanggal 16 Juli pukul 17.00 akan diumumkan sesuatu hal yang telah diperjuangkan sejak setahun kebelakang. Waktu itu sedang puasa jadi makin kebayang aja kalau galau gak diterima malah mengganggu puasa wkwk. Jam 16.00 ternyata ada temen gue yang bilang pengumumann udah bisa dibuka, tapi gue udah bertekad mau buka pengumuman jam 17.00 selama sejam itu gue tenangin diri dengan Tadarus aja di kamar. Tepat jam 17.00 gue buka website pengumuman.sbmptn.or.id dan ternyaataaa, websitenya lemot mungkin serverny keberatan wkwk. Sempat pasrah dan berencana membukanya sesudah tarawih, tapi gue inget ada link lain buat liat pengumuman. Gue buka aja tuh link sbmptn.itb.ac.id dan emang lancar lancar aja websitenya. Gue dengan hati yang deg-degan berat mulai mengetikkan nomor ujian dan tanggal kelahiran. Gue tarik nafas yang dalam dalam, bismillaaaah... dan gue liat gak ada perubahan di websitenya, tapi setelah gue scroll down ke bawah muncul beginian
Sontak hening sejenak dan bingung dengan apa yang dilihat di depan mata. Langsung saja gue sujud syukur setelah bengong tadi mensyukuri berkah Ramadhan ini. Gue juga langsung telpon ayah, ibu, bang Radin. Tidak lupa gue peluk emih (nenek) gue buat menularkan kebahagiaan ini hehe. Alhamdulillah rasa syukur sebesar-besarnya ku curah limpahkan atas hadiah yang Allah kasih ini. Gue sadar kalau semua yang udah gue lakuin itu gak ada apa - apanya tanpa ada ridho dari Allah. Teman - teman yang akan berjuang boleh banget nih visualisasikan kegembiraan orang tua, keluarga, teman - teman saat mendapat kabar baik seperti ini nanti.

Ya mungkin ini saja yang bisa gue ceritain, mohon maaf kalau ada kata-kata yang salah atau terlampau gaul banget. Maksud gue sih biar nyantai aja gitu bacanya hehe. Saya ucapkan terima kasih sebagai tanda apresiasi lebih dari saya bagi anda anda yang tidak melewatkan sepatah kata pun pada coret- coretan saya ini.Tetap semangat saja mengejar impian, PTN bukanlah segalanya namun PTN adalah salah satu jalan untuk mencapai mimpi - mimpi anda :).

Pesan terakhir sih teruslah belajar dengan serius, jangan pertanyakan hasilnya. Saat engkau berpatok dengan hasil, semua cara semua proses akan terlihat sama nantinya. Berproses lah dengan enjoy maka tenaga yang kau keluarkan untuk berusaha akan minimal, jadikan ikhlas sebagai katalis perjuangan. Semangatlah menggapai mimpi mimpi mu, dirimu, diri kita ditunggu kontribusinya untuk bumi pertiwi. Saat kau menjadi mahasiswa nanti akan ada tanggung jawab lebih untuk mengabdi kepada negeri. Hidup mahasiswa!

Bonus dikit...

Wassalamu'alaikum wr.wb
Feel free to ask :
FB: https://www.facebook.com/Greget.solver
Twitter: https://twitter.com/hilmyadamjp
ask.fm : http://ask.fm/hajp29

Salam Hangat

Hilmy Adam Jieta Pradana