Minggu, 05 Oktober 2014

Islam Tidak Gaul, tapi Indah tuk Digauli

Islam Tidak Gaul, tapi Indah tuk Digauli
Oleh: Hilmy Adam Jieta Pradana
            Assalamu’alaikum sahabat – sahabat, ditulisan kali ini saya ingin bercerita tentang betapa indahnya menjadi remaja yang bernaung dalam Islam. Pertama marilah kita selaraskan makna kata “Gaul” di sini. Gaul di sini artinya “mengikut”, ya Islam bukanlah agama yang hanya ikut-ikutan perkembangan zaman. Akan tetapi Islam hadir sebagai petunjuk umat manusia untuk tetap selamat di setiap perkembangan zaman sampai akhir dunia nanti.
            Remaja, istilah yang sepertinya identik dengan kegamangan dan kegalauan. Akan tetapi justru disinilah waktu untuk memupuk bekal kepribadian yang akan dijadikan prinsip ketika berkemasyarakatan pada saat dewasa kelak. Sungguh sangat penting memang masa – masa remaja ini sampai – sampai Mario Teguh selalu menyindir mereka dengan sebutan anak muda. Selain itu, nilai – nilai yang didapat di masa ini bisa mengakar sampai dewasa kelak. Oleh karenanya, terkadang banyak oknum oknum yang memanfaatkan kegamangan remaja ini. Oknum – oknum ini memberikan doktrin – doktrin yang menjurus ke arah radikal, sehingga nantinya remaja yang terpengaruh mau mengikuti apa yang diinginkan oleh oknum – oknum tersebut.
            Tidak hanya masalah mengenai hal tersebut, remaja sekarang juga menemui masalah dalam arus budaya barat yang booming di era globalisasi seperti sekarang. Media begitu mudah diakses, informasi – informasi yang tersedia pun tidak ada filter yang jelas bagi siapa informasi itu tertuju. Tidak terkecuali akses mengenai konten – konten kekerasan, porno, dan tindakan – tindakan tidak terpuji lainnya. Public figure yang idealnya adalah orang – orang berprestasi nan berpengaruh bagi kehidupan bermasyarakat kini bergeser ke artis – artis yang membawa tren aktual masa kini. Sehingga secara tidak sadar artis – artis ini menjadi panutan kebanyakan remaja di masa sekarang. Ada remaja yang mengikuti gaya pakaiaannya, gaya rambutnya, gaya hidupnya, bahkan gaya berasmara para artis tersebut.
            Kesemua hal tersebut berimplikasi pada perilaku kebanyakan remaja saat ini. Banyak aksi tawuran, meminum minuman keras, penyalahgunaan narkoba, seks bebas, dan penyimpangan – penyimpangan lain yang menenggelamkan masa remaja ke dalam jurang kehinaan. Apabila di masa remaja saja hidupnya sudah gelap, bagaimana nanti ketika berkembang menjadi dewasa seutuhnya. Tidak bisa dibayangkan hal macam apa yang akan dilakukan oleh remaja yang tumbuh dalam kegelapan. Semoga kita tidak termasuk dalam golongan – golongan tersebut aamiin.
            Menakutkan ya? Terus apa kita tidak perlu melewati masa remaja biar tidak mengalami hal – hal tersebut? Eits, tunggu dulu sahabat – sahabat jangan jadi phobia dengan masa remaja ini. Kita tidak mungkin menjadi dewasa yang tangguh tanpa melewati derasnnya ombak di masa galau ini. Lalu, bagaimana menghadapi ke semua itu? Nah Islam punya solusi akan semua hal itu sahabat – sahabat. Mari kembali bersama dalam satu bahtera naungan Illahi. Dalam Islam pula sahabat – sahabat akan temukan  pedoman hidup yang jelas yang bisa sahabat – sahabat gunakan untuk berkehidupan sebagai remaja. Informasi – informasi Islam tertuang dengan manis di dalam Al-Qur’an, dan sangat mudah untuk diakses. Bahkan Allah sediakan pahala bagi sahabat – sahabat yang hanya membaca informasi tersebut dalam Al-Qur’an. Di dalam Islam tersedia pula figur hebat yang bisa dijadikan suri tauladan sahabat – sahabat, yakni Nabi Muhammad. Gaya hidup, gaya bergaul beliau merupakan rujukan utama bagi hamba Allah yang bernaung dalam Islam. Hal-hal yang terkesan sepele seperti makan, berbicara, tidur, berpakaian sudah beliau contohkan semasa hidupnya. Para peneliti di era sekarang pun sudah banyak yang mendapatkan atau membuktikan manfaat – manfaat dari mengikuti gaya hidup Nabi Muhammad.
            “Tapi Islam terkesan kuno, dan gak gaul” mungkin beberapa dari sahabat akan berceletuk seperti ini. Ya, Islam memang tidak gaul dalam artian Islam tidak akan mentolerir penyimpangan – penyimpangan perilaku remaja seperti sekarang ini. Akan tetapi, apa sahabat – sahabat menjamin semua remaja yang dikatakan “Gaul” ini bahagia? Tentu tidak, banyak dari mereka menyesal ketika sudah terlanjur melakukan penyimpangan – penyimpangan yang ada. Oleh karena itu, sebelum kita menyesal karena terjerumus ke dalam juran kehinaan mari kita sama – sama bergaul dengan Islam. Dengan bergaul bersama Islam akan tumbuh rasa malu ketika melakukan penyimpangan yang tidak diinginkan. Islam hadir dan amat sesuai dengan nurani jernih umat manusia. Sehingga apa – apa yang dianjurkan dalam Islam sungguhlah bermanfaat bagi manusia dan apa – apa yang dihindari oleh Islam amatlah membahayakan bagi manusia
            Sahabat – sahabat sekalian, ada kalanya ketika kita sudah bergaul dengan Islam teman kita yang belum menertawakan kita. Tapi, percayalah sahabat – sahabat ketika sahabat menanyakan pada hati nurani sahabat yang jernih pastilah terdengar bisikkan untuk tetap bergaul dengan Islam. Tetap berbanggalah menjadi remaja muslim yang jauh dari penyimpangan, serta rangkul teman – teman yang kini tengah atau sudah terjerumus di dalam penyimpangan yang ada.
            Berbangga hati pula ketika menjadi Remaja yang hatinya terpaut dalam Islam, sebab Allah memuliakan umat-Nya yang ketika mudanya tetap taat dan patuh kepada Allah. Tidak perlu risau ketika berbeda dengan teman – teman yang mengecap diri mereka “Gaul”. Sungguh hanya bergaul dengan Islam saja hati merasa tenteram dan hidup akan terasa tenang.

            Ayo mari bersama – sama buktikan itu sahabat – sahabat. Kita cari keindahan Islam saat digauli. Semoga dengan menjadi remaja muslim yang taat, sahabat – sahabat bisa menjadi dewasa yang tangguh dan punya karya besar suatu saat nanti. Aamiin J

Senin, 25 Agustus 2014

Pengalaman Ber-SBMPTN Chapter 5 (Final)

Assalamu'alaikum wr.wb

Oke sampai juga nih di chapter final setelah cerita panjang di chapter - chapter sebelumnya. Di 2 minggu sebelum SBMPTN ini gue gak mau ngulangin kesalahan seperti waktu UN dulu yang kena syndrom "Istirahat dulu". Di masa - masa gentir ini gue tetep belajar ya walaupun dosisnya agak turun dari yang kemarin kemarin. Oh iya barangkali ada yang penasaran sama kartu SBMPTN ni gue ada SS nya hehe...



Bahkan gue tetep doyan nginep di GO, waktu itu gue nginep di GO Cilimus sebelum ikut TO terakhir bareng temen gue febrian. Enjoy banget deh memori nginep2 gitu, bagi yang mau ikutin jangan lupa ijin orang tua dulu penting banget tuh hehe. TO terakhir gue coba simulasikan banget kaya SBMPTN nya sampai2 pakai sepatu dan kemeja gitu wkwk. Ya walaupun agak turun PG gue jadi 60% paling gak mepet2 lah sama PG FTI. H-2 SBMPTN gue minta maaf ke teman - teman dan keluarga gue barangkali gue ada salah ya sekalian minta ridho juga, lumayan sih jadi nambah aura positif sebelum tesnya. H-1 SBMPTN gue pamit ke keluarga buat nginep di Cirebon dekat tempat tes, soalnya gue gak mau ada kejadian terlambat datang di hari nan sakral itu hehe. Tak lupa gue pun survey tempat tes, ternyata gue duduk dipojok *ah gak penting. Malam hari menjelang tes gue maksimalin buat tenangin diri dengan sholat dan tadarus aja di kamar penginapan. Gak lupa juga gue beli roti gitu buat ngeganjel perut waktu tes hehe. Gue pun tidur dengan nyenyak dengan hati yang penuh kedamaian.

Pagi harinya aku jalani dengan seperti biasa, mandi dan sarapan dengan tenang dan tak lupa meminta restu orang tua via sms. Dengan modal PD aku masuk ruang tes dengan tenang, Pengawas pun datang dan mulai memaparkan peraturan - peraturan selama tes berlangsung. Tes pertama pun dimulai tes kemampuan Saintek, awalnya gugup sih karena ada rasa takut gak bisa ngerjain satu soalpun. Tapi perlahan rasa takut itu memudar dengan terjawab satu dua soal dan berangsur banyak hehe. Kendalanya waktu itu Cirebon panas jadi gue keringetan pas ngerjain, tapi untungnya bawa sapu tangan jadi gak ngotorin LJK. Singkat cerita gue berhasil ngerjain 30an lebih soal Saintek dengan tingkat yakin 80% hehe. Lumayan PD buat ngelanjutin di TKPA nya, istirahat gue pakai buat sholat dhuha dan makan cemilan yang gue beli semalam sebelumnya.
Tes TKPA soal TPA nya beda banget dengan yang ada di TO, tapi lagi lagi untung juga pernah nemu model diagram venn gitu di zenius jadi bisa lah ngerjainnya. Matdas lantjar jaya gue babat 12 soal hehe, indo inggris lumayan lah. Alhasil 70an soal berhasil gue babat di sesi ini dengan tingkat keyakinan 60% hehe agak gak PD soalnya di bahasanya.

Pulang dari tempat tes gue langsung ambruk karena faktor tes dan faktor cuaca di Cirebon. Gue salut deh sama2 beberapa bimbel yang malemnya udah ngeluarin aja kunci kunci jawaban SBMPTN versi mereka. Keesokan harinya dengan polos gue koreksi aja, hasil dari tiap kunci pada beda beda ada yang nyatain lulus dan ada yang nyatain enggak. Ya gue tetep optimis aja dan berfikiran positif bakal diterima di pilihan pertama dengan tetap meminta doa dari orang tua dan saudara saudara lainnya. BT juga sih menunggu di masa masa pengumuman tapi ya gue manfaatin aja buat berinteraksi dengan orang lain, soalnya waktu berjuang terlihat cenderung ansos wkwk.

Singkat cerita hari pengumuman pun tiba, tanggal 16 Juli pukul 17.00 akan diumumkan sesuatu hal yang telah diperjuangkan sejak setahun kebelakang. Waktu itu sedang puasa jadi makin kebayang aja kalau galau gak diterima malah mengganggu puasa wkwk. Jam 16.00 ternyata ada temen gue yang bilang pengumumann udah bisa dibuka, tapi gue udah bertekad mau buka pengumuman jam 17.00 selama sejam itu gue tenangin diri dengan Tadarus aja di kamar. Tepat jam 17.00 gue buka website pengumuman.sbmptn.or.id dan ternyaataaa, websitenya lemot mungkin serverny keberatan wkwk. Sempat pasrah dan berencana membukanya sesudah tarawih, tapi gue inget ada link lain buat liat pengumuman. Gue buka aja tuh link sbmptn.itb.ac.id dan emang lancar lancar aja websitenya. Gue dengan hati yang deg-degan berat mulai mengetikkan nomor ujian dan tanggal kelahiran. Gue tarik nafas yang dalam dalam, bismillaaaah... dan gue liat gak ada perubahan di websitenya, tapi setelah gue scroll down ke bawah muncul beginian
Sontak hening sejenak dan bingung dengan apa yang dilihat di depan mata. Langsung saja gue sujud syukur setelah bengong tadi mensyukuri berkah Ramadhan ini. Gue juga langsung telpon ayah, ibu, bang Radin. Tidak lupa gue peluk emih (nenek) gue buat menularkan kebahagiaan ini hehe. Alhamdulillah rasa syukur sebesar-besarnya ku curah limpahkan atas hadiah yang Allah kasih ini. Gue sadar kalau semua yang udah gue lakuin itu gak ada apa - apanya tanpa ada ridho dari Allah. Teman - teman yang akan berjuang boleh banget nih visualisasikan kegembiraan orang tua, keluarga, teman - teman saat mendapat kabar baik seperti ini nanti.

Ya mungkin ini saja yang bisa gue ceritain, mohon maaf kalau ada kata-kata yang salah atau terlampau gaul banget. Maksud gue sih biar nyantai aja gitu bacanya hehe. Saya ucapkan terima kasih sebagai tanda apresiasi lebih dari saya bagi anda anda yang tidak melewatkan sepatah kata pun pada coret- coretan saya ini.Tetap semangat saja mengejar impian, PTN bukanlah segalanya namun PTN adalah salah satu jalan untuk mencapai mimpi - mimpi anda :).

Pesan terakhir sih teruslah belajar dengan serius, jangan pertanyakan hasilnya. Saat engkau berpatok dengan hasil, semua cara semua proses akan terlihat sama nantinya. Berproses lah dengan enjoy maka tenaga yang kau keluarkan untuk berusaha akan minimal, jadikan ikhlas sebagai katalis perjuangan. Semangatlah menggapai mimpi mimpi mu, dirimu, diri kita ditunggu kontribusinya untuk bumi pertiwi. Saat kau menjadi mahasiswa nanti akan ada tanggung jawab lebih untuk mengabdi kepada negeri. Hidup mahasiswa!

Bonus dikit...

Wassalamu'alaikum wr.wb
Feel free to ask :
FB: https://www.facebook.com/Greget.solver
Twitter: https://twitter.com/hilmyadamjp
ask.fm : http://ask.fm/hajp29

Salam Hangat

Hilmy Adam Jieta Pradana

Pengalaman Ber-SBMPTN Chapter 4

Assalamu'alaikum wr.wb

Oke langsung gue lanjut aja ya, ceritanya sekarang waktu UN udah makin dekat nih. Pemantapan di sekolah yang dari jam 6 itu (uh kangen berat) udah rutin dijalanin. Ya seperti anak kelas 12 pada umumnya, pada masa kritis ini udah jadi masa hectic2nya dengan yang namanya belajar. Karena sebelum UN, kelas 12 ini akan dihadapkan dengan TO, UAS, Uprak dan lain - lain deh pokoknya. Bang Radin pun mulai melonggarkan 'tugas' ngerjain soal per hari nya tapi gue tetep aja ngerjain soal - soal SBMPTN ya jumlahnya sih gk seberapa hehe. Bahkan pernah waktu ngerjain tugas sekolah yang gue udah jenuh banget waktu itu ngerjainnya, malah gue pake waktu itu buat streaming zenius. Bagi yang mau ikutin siap2 mental aja, sama pilih2 guru juga tugas mana yang mau diabaikan hehe. Efeknya sih dari sikap gue ini beberapa nilai rapot di semester 6 ada yang turun bahkan ada yang drastis turunnya dan nilai di Ijazah pun ada yang beda banget sama temen2 sekelas, gue dapet 80-an yang lain dapet 90++. Tapi gue anggap itu semua konsekuensi dari setiap pilihan yang gue ambil :)

Menjelang UN gue emang lebih banyakin ngerjain soal UN ya gegara kemakan isu nilai UN jadi salah satu indikator kelulusan di SNMPTN. Tapi tetep gue ngintip ngintip dikit soal SBMPTN 1-5 soal per hari hehe. H-7 UN gue malah kena syndrom "Istirahat dulu", alih alih mendinginkan otak gue malah jadi males belajar dan alhasil bolos les seminggu itu. Di rumah pun main game, parah deh waktu itu kena banget godaan sama distraksi yang lain. Hari pelaksanaan UN pun tiba, gue mulai buka buka dikit catatan kecil dan mind map yang gue bikin sebelum gue masuk ruangan. Emang mungkin niat belajarnya gak bener hari pertama aja udah kelabakan sama soal bahasa indonesia dan biologi. Begitu seterusnya sampai hari terakhir UN, ya gue cuma bisa pasrah aja lah. Langsung aja gue lupain tuh masalah UN, kembali ke rutinitas sebagai jurig TST di GO.Gue emang gak mau ngebahas UN lagi, takut malah jadi galau entarnya hehe.

Di GO udah mulai program intensif SBMPTN, jadi selama satu bulan itu ngubek2 materi dan soal SBMPTN, setiap seminggu sekali pun diadain TO. 'Tugas' dari bang Radin pun makin mantep 50 soal per hari, ya karena emang udah gak ada lagi tuh tugas sekolah yang mengganggu wkwkwk. TO pertama gue di program intensif masih dapet 43%, nah loh kok malah turun padahal gue nulis pilihan pertama pedok UI wkwk. TO pertama ini gue duluan TO nya jadi waktu pengerjaannya gak full, dan waktu itu sore jadi udah gak fokus pikiran wkwk alesan. Oke gue belajar dari TO pertama gue, waktu itu gue ngerjain jumlah soalnya juga masih kisaran waktu TO yang dulu dulu jadi gue tekadkan dalam diri gue buat ngerjain lebih banyak di TO selanjutnya. Benar saja di TO kedua gue langsung melejit dengan menyabet PG 57% wkwk, tapi tetep aja belum dinyatakan lulus FTI yg punya PG 60%. Gue makin ngebuts aja ngerjain soal dan diskusi diskusi soal TO di GO, kadang 50 soal bang radin pun terlampaui hehe. Di TO selanjutnya ternyata soalnya dibikin lebih muter2 dibanding TO kedua, alhasil PG turun dikit jadi 55%.

Wah gak nyangka nih 3 minggu udah berlalu, hari pengumuman SNMPTN tinggal seminggu lagi gue malah jadi keingetan. Mulai tuh deh gagal fokus pas ngerjain soal, keterima gak ya SNMPTN gue, resah banget deh waktu itu mungkin kepengaruh juga sama yang ngarep banget di SNMPTN. Keresahan itu pun merembet ke PG TO gue yang turun lagi jadi 54% heu heu :(. Udah deh tuh makin galau aja, bang Radin pun sampai nasihatin gitu gegara gue gak ngerjain 'tugas' sampe 50 soal wkwk. Gue pun coba stalk lagi tweet2 teh riris siapa tau bisa nyetrum hehe.

*Jeng jeng* tanggal 27 Mei yang ditunggu pun tiba, selepas dzuhur akan ada pengumuman yang ditunggu2 anak2 SMA se-Indonesia ya pengumuman SNMPTN. Gue yang awalnya gak ngarep juga ketar ketir nunggunya apalagi yang emang ngarep banget dari awal. Daaaan gue pun melihat pengumuman SNMPTN di rumah bareng temen gue Ricky sama Wingga. Kalian pun tau apa hasilnya, ini diaaa...

Galau pun terjadi karena melihat teman - teman yang udah diterima, cuma bisa ngasih selamat saat ditanya di sms, fb, twitter sedih berat deh waktu itu. Waktu itu untung langsung dapet sms dari ayah "Ya mungkin bukan disana jalannya, ayah udah ikhlas kok menyekolahkan imy 3 tahun. Gagal SNMPTN bukan berarti perjuangan 3 tahun sia-sia" Lumayan nyetrum kalimat yang satu ini. Ya akan tetapi kegalauan tetap tak bisa dipungkiri, muka ketekuk selama 2 hari. Temen temen, guru-guru, keluarga pun silih berganti menyemangati. Gue pun coba mengingat - ingat 2 hari itu apa aja yang udah gue lakuin selama ini. Ya betul! Persiapan SBMPTN! Gue lupa paradigma kalau SNMPTN tu jalur bonus aja, jangan terlalu berharap. Gue pun coba menghibur diri dan membuka kembali lembaran perjuangan yang sempat terhenti, adik adik bimbingan kak Radin pun gak ada yang lolos SNMPTN dan memulai kembali ngerjain soal dengan target 150 soal perhari. Mantaaaapsss gila. Awal2nya sih gue gak sanggup, masih kisaran 75 soal per hari. Tapi pernah sih sampai 150 soal fisika waktu itu lagi sakau sakaunya wkwkwk. Karena gak sanggup gue nego ke bang Radin cuma ngerjain 100 soal aja per hari hehe.

Hasilnya langsung terlihat di TO ke 5 gue dapet PG 62%, waaah mantap akhirnya muncul kata lulus pilihan pertama di hasil TO wkwk. Kegirangan ini tidak berlarut lama-lama gue masih tetep kejar setoran. Gue pun jadi sering nginep di GO, ngegunain ruang Kacab nya buat belajar sampe larut malem, bahkan pernah sampe ketiduran di sana ya makin menggila aja dah pokoknya. Oh iya gue ngelakuin sampai kaya gitu bukan semata-mata ngejar nilai TO atau masuk FTI semata. Akan tetapi gue emang udah enjoy banget ngelakuin semua itu, gak ada tuh yang nyuruh sampe se-lebay gitu belajarnya. Nah niat ini penting untuk tetap dijaga, belajar untuk mendapat esensi ilmunya akan lebih enjoyable dibanding cuma buat ngejar achievement nilai semata. TO ke-6 gue dapet 64%, alhamdulillah naik lagi walaupun dikit.

SBMPTN kurang lebih tinggal 2 minggu lagi waktu itu, penasaran kan apa aja yang gue lakuin? Next chapter ya udah kepanjangan nih hehe :D

Wassalamu'alaikum wr.wb

Chapter 1: http://hilmyajp29.blogspot.com/2014/08/pengalaman-ber-sbmptn.html
Chapter 2: http://hilmyajp29.blogspot.com/2014/08/pengalaman-ber-sbmptn-chapter-2.html
Chapter 3: http://hilmyajp29.blogspot.com/2014/08/pengalaman-ber-sbmptn-chapter-3.html
Chapter 5: http://hilmyajp29.blogspot.com/2014/08/pengalaman-ber-sbmptn-chapter-5-final.html

Pengalaman Ber-SBMPTN Chapter 3

Assalamu'alaikum wr.wb

Kembali bersama saya Hilmy dalam artikel pengalaman ber-sbmptn gue hehe. Oke jadi ceritanya gini, pada suatu waktu gue iseng nge-scroll TL twitter tengah malem. Iseng2 aja gue liatin info2 yang sliweran di sana. Eh tiba2 akun @suksesmasukPTN bikin tweet yang intinya adminnya tuh ngebuka pendaftaran buat jadi adik bimbingnya dalam rangka persiapan masuk PTN. Waah awalnya sih iseng aja daftar, karena emang sama sekali gak tau profil adminnya. Setelah daftar ada tugas bikin essay tentang latar belakang diri dan cita - cita masuk PTN gitu untuk menyeleksi karena pendaftarnya banyak. Ya udah deh bikin mumpung lagi waktu sengang hehe. Dua hari setelah itu, ada tugas lagi buat tulisan untuk meyakinkan mimin-nya, mungkin miminnya galau hehe. Berhubung waktu itu ada kerjaan lain jadi gak sempet ngirim tugas kedua, eh tapi waktu pengumuman malah keterima hehe ini buktinya
 Gak nyangka banget, gue langsung aja jujur ke adminnya kalo gue gak ngumpulin tugas ke 2 eh tapi adminnya malah memaklumi. Dari sana gue kenal bahwa admin yang bikin oprec jadi adik bimbingnya itu namanya bang radin. Mulai deh bikin conversation gitu di fb dan kenalan dengan 3 orang lain. FYI dari 4 adik bimbing kak Radin cuma gue cowoknya hehe, oke itu gak penting. Mulailah setelah resmi jadi adik bimbing bang Radin, dikenalin tuh sama konsep Dream, Pray, dan Action. Bang Radin juga sering ngasih tugas untuk menonton video video Ust. Yusuf Mansyur, Ippho Santosa, dan kisah tokoh2 Islam yang inspiratif. Pokoknya penting banget deh, dari menjadi adik bimbing bang Radin gue belajar banyak hal. Emang bener kata pak Ust.Yusuf Mansyur "udah yakin aja dulu, nanti Allah yang kasih jalan" ya salah satunya dari interaksi dengan bang Radin dan teman2 adik bimbing lainnya juga ini hehe.
Oh iya selain itu bang Radin juga ngasih tugas ngerjain soal per hari nya gitu. Ya makin mantep aja jadwal belajar gue dan ada perasaan malu kalo gak ngerjain soalnya ada orang lain yang mengontrol,baik bener dah bang Radin. Di semester akhir ini banyak banget nih yang ngadain Try out gitu baik UN maupun SBMPTN. Alhamdulillah efek dari demen ngerjain soal dari semester 5 jadi langganan 3 besar TO gitu hehe. TO ini penting banget, kalo ada kesempatan usahain ikut dah gue juga pernah bolos sekolah sama les cuma buat ikut TO Online hehe *niatbet. Selain karena kita jadi terbiasa dengan aura bertempur di ujian, hadiahnya juga lumayan dah buat beli pelmen hehe :D

Hari demi hari pun berlalu, pendaftaran SNMPTN pun dimulai. Awalnya gue bingung mau ngisi pilihan apa di pilihan ke 2. Tapi gue balikin lagi ke paradigma awal gue, ini cuma jalur bonus jangan terlalu berharap. Yap! Gue jadi mantap dengan cuma ngisi pilihan 1. Why? "Gaya banget elu hil". Ya pasti ada di luar sana yang beranggapan seperti itu, tapi pilihan ini gue ambil karena gue emang masih mau berjuang di SBMPTN kalau gagal di SNMPTN. Toh anak anak yang masuk PTN lewat jalur SNMPTN mayoritas emang masuk di pilihan pertama. Gue gak mau kejadian nanti malah menyia-nyiakan SNMPTN kalau nanti dinyatakan diterima di prodi pilihan 2. Orang tua pun menyetujui pilihan gue ini dan terus mengingatkan untuk mempersiapkan diri menghadapi UN dan tes tulis masuk PTN. Oh iya nempel foto juga deh takut gak percaya hehe :D

Waktu itu gue mendaftar SNMPTN tanggal 2 maret waktu ITB ulang tahun (katanya), hehe biar momennya berkesan gitu kalau misal keterima, tapi padahal baru finalisasi pendaftaran seminggu setelahnya wkwk. Udah tuh gue lupain aja SNMPTN biar tetep fokus belajar buat SBMPTN. Bahkan waktu tidur gue makin gak karuan gara2 harus bagi waktu tugas sekolah (yang makin banyak), 'tugas' bang Radin,ngejar materi juga di zenius, bahkan di GO pun ada tugas ngerjain soal UN gegara masuk kelas KPB. Ya semua itu gue kerjain dengan rasa syukur dan semangat, karena banyak di luar sana yang gak seberuntung gue yang punya kesempatan belajar gila - gilaan kaya gini. Toh saat kuliah nanti tugas tugas nya bakal lebih ekstrem bin greget (katanya), jadi anggep aja lagi kuliah hehe. Oh iya ngomong ngomong soal ngebayangin gue ada kebiasaan aneh juga sih buat visualisasi hehe, yaitu tiap pagi nonton video OSKM ITB 2013 sambil praktekin salam ganesha nya gitu. Ya sudahlah sudah terlanjur gila, bagi yang mau nyoba ati2 nanti gila beneran wkwk.

Oke deh kayaknya udah cukup panjang untuk jadi 1 chapter, dilanjut di next chapter aja ya hehe :D

Wassalamu'alaikum wr.wb

Chapter 1: http://hilmyajp29.blogspot.com/2014/08/pengalaman-ber-sbmptn.html
Chapter 2: http://hilmyajp29.blogspot.com/2014/08/pengalaman-ber-sbmptn-chapter-2.html
Chapter 4: http://hilmyajp29.blogspot.com/2014/08/pengalaman-ber-sbmptn-chapter-4.html
Chapter 5: http://hilmyajp29.blogspot.com/2014/08/pengalaman-ber-sbmptn-chapter-5-final.html

Pengalaman ber-SBMPTN Chapter 2

Assalamu'alaikum wr.wb

Berhubung ceritanya jadi panjang gini gue pecah aja jadi beberapa chapter ya hehe :D. Di chapter ke 2 ini gue mau ngejelasin kenapa rasanya hambaar padahal udah lolos FMIPA ITB di TO hehe. Ya walaupun masih semu entah kenapa hal ini terasa terlalu cepat, entah kenapa waktu itu gue pikir gue gak akan berkembang kalo udah dinyatakan lolos di TO sekarang. Benar saja TO gue di bulan november stagnan dapet 45%. Lantas semakin menjadi pikiran ganti prodi pilihan yang PG nya lebih tinggi dari FMIPA, bukan maksud buat gaya atau gimana tapi ini masalah hati yang memang cenderung subjektif dan tidak bisa digeneralisasi (wkwk berat bgt bahasanya). Akhirnya kegalauan jurusan pun kembali, gue udah ceritain ke ayah dan ibu gue tapi memang sepenuhnya mereka mengembalikan pilihan hidup gue ke gue sendiri. Mereka ingin gue yang mengusulkan terlebih dahulu baru mereka yang meng-acc, gue bersyukur sih jadi gak ada intervensi dari orang tua berkaitan masalah ini. Gue pun mulai mengonsulkan masalah ini ke beberapa guru GO, hasilnya ada yang menyarankanku untuk mengambil jurusan teknik berhubung pilihan univ gue itu ITB. Mungkin di lain waktu gue bikin tulisan juga mengenai pemilihan jurusan deh, takut kepanjangan kalau disini hehe :D. Singkat cerita setelah gue pertimbangkan segala aspek yang ada, pilihan gue jatuh ke Teknik Fisika dan perasaan seneng setelah menemukan jurusan yang tepat dihentakkan sebuah fakta bahwa Teknik Fisika di ITB adanya di Fakultas Teknologi Industri ya FTI salah satu 3 besar fakultas yang memiliki tingkat kesulitan relatif tertinggi di ITB.
Fyuuh, fakta yang lumayan mencengangkan tapi apakah gue harus mengganti pilihan gue lagi? Enggak men! Face the fear hehe, namanya juga relatif suatu saat bisa saja berubah. Yap setelah mantep dan ortu pun sudah meng-acc saat itu gue memutuskan untuk fix memilih FTI ITB sebagai target utama melanjutkan studi.Setelah itu gue langsung bikin tulisan ginian
Efek dari baca kultwit dari teh riris juga sih yang nyeritain temennya yang nulis "ITB atau mati" wiih serem bener dah wkwk berhubung gue gak mau se-ekstrem itu gue plesetin aja ke Nganggur gue sendiri gak mau nganggur tahun depan (karena belum ada rencana kerja buat tahun depan). Ya tulisan tulisan kaya gitu tuh tampak sederhana tapi coba deh bikin biar ada greget dan sedikit "fear" kalau misalnya gagal, lumayan buat nge-boost motivasi yang kadang labil gitu. Mulailah tu gue buat tulisan tulisan gitu lainnya di beberapa buku juga biar inget dan mula menyematkan FTI disetiap kali berdoa :). Kembali lah gue ke rutinitas belajar gue dan rutinitas ngabain tugas sekolah cuma buat nge-review beberapa model soal yang gue pikir bisa di explore lebih hehe :D. Walaupun gak ada TO bulan desember di GO tapi setelah me-review beberapa set soal ujian tulis PTN tahun-tahun ke belakang, gue ngerasa ada yang berkembang. Gue pikir hal ini terjadi karena tujuan gue makin jelas dan memang ngerasa masih belum mampu mencapai tujuan itu. Sugesti ini penting loh, apalagi yang PG tiap TO nya udah 60% ke atas supaya jangan cepat sombong dan akhirnya malah mengendurkan semangat belajar.

Oh iya bulan desember ini bulan bulan nya UAS, tapi entah kenapa UAS kali ini gue males banget belajar buat UAS. Rasanya rasa penasaran sama video video di zenius mengalahkan ambisi dapet nilai bagus di UAS. And then gue bener bener gak nyiapin apa apa di UAS ini, kecuali doa sih hehe. Padahal besoknya UAS sejarah, gue malah ngubek soal fisika ya karena emang jadwal belajar gue waktu itu fisika (jadwal di chapter 1). Eh entah kenapa waktu raport udah dibagiin, gue dapet rangking 2 paralel (antar kelas). Wkwk sesuatu yang tidak ditargetkan sama sekali dah, tapi dari sini gue ambil hikmah bahwa saat kita ikhlas mencari ilmu dan belajar tidak hanya demi ulangan dan nilai sesuatu hal yang menarik akan terjadi. Coba saja buktikan! hehe :D

Libur semester pun tiba, ingin rasanya pertama menginjakkan kaki di ITB sebelum dinyatakan resmi jadi mahasiswa di sana *eaaa. Alhamdulillah kesampean, waktu itu gue diantar babeh gue ke sana naik bus dari Karawang. Makasih beehh.Narsis dikit lewat hehe :D
Nah cobain deh kalo ada waktu senggang mampir ke kampus impian, dijamin deh bakal dapet atmosfernya hehe biar jadi moodboster buat kembali berjuang.

Di bulan bulan ini habit belajar gue udah lumayan cakep dan stabil, ya walaupun jumlah soal baru kisaran 10 - 20 per hari hehe. Oh iya waktu liburan gue dapet rekomendasi drama korea yg cakep yaitu "God of Study" boleh tuh ditonton ke 16 episodenya keren kok ngegambarin banget perjuangan buat masuk PTN favorit :).

Oh iya waktu liburan juga pertama kali aku kenal bang radin hehe. Siapakah doi? Dilanjut di chapter ke-3 aja ya takut pegel baca chapter ini terlalu panjang hehe :D

Wassalamu'alaikum wr.wb

Chapter 1: http://hilmyajp29.blogspot.com/2014/08/pengalaman-ber-sbmptn.html
Chapter 3: http://hilmyajp29.blogspot.com/2014/08/pengalaman-ber-sbmptn-chapter-3.html
Chapter 4: http://hilmyajp29.blogspot.com/2014/08/pengalaman-ber-sbmptn-chapter-4.html
Chapter 5: http://hilmyajp29.blogspot.com/2014/08/pengalaman-ber-sbmptn-chapter-5-final.html

Pengalaman ber-SBMPTN Chapter 1

Assalamu'alaikum wr.wb

Hello perkenalkan nama gue Hilmy Adam Jieta Pradana biasa dipanggil Hilmy kelahiran asli Kuningan, Jawa Barat. Disini iseng iseng aja pengen berbagi cerita pengalaman setahun kemarin ber-SBMPTN. SBMPTN sendiri singkatan dari Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri, ya mungkin udah pada tau lah hehe. SBMPTN ini dijadikan alat oleh Majelis Rektor Indonesia buat menyeleksi mahasiswa mahasiwa baru di tiap PTN. Jalur masuk ke PTN itu sebenarnya ada beberapa macam, cuma berhubung disini gue mau cerita SBMPTN ya gue khususin buat cerita SBMPTN aje ye untuk jalur masuk yang lain gue singgung di tengah tengah cerita deh.



Kisah ini berawal dari seorang anak laki-laki yang berkeinginan kuliah di ITB ya ITB di gambar atas dan keinginan itu udah muncul benih - benihnya dari kelas 4 SD. Ya tepat sekali anak laki-laki itu gue hehe. Awalnya sih keinginan itu muncul gara-gara baca biografi bergambar bung Karno yang ada di perpustakaan SD. Kesini-sini sempet lupa cuma keinginan itu muncul lagi pas SMA dan semakin menguat di sana. Kelas X dan kelas XI gue jalani dengan polos aja, organisasi, main, belajar, dengan gaya gaya konvensional. Sempet sercing2 jurusan apa yang kiranya cocok di ITB mulai dari STEI, FMIPA, FTTM, FTMD biar kaya eyang Habibie pokoknya labil dah. Dan eng ing eng jurusan yang bener - bener mantep di hati belum ketemu sampai akhir kelas XI.

Langsung aja kisah kerennya bermula di kelas XII jeng jeng. Di kelas XII ini gue awalin dari cari - cari info jalur masuk buat kuliah di ITB. Dan ternyata jalur masuk ke ITB cuma ada 2 yakni SNMPTN dan SBMPTN. SNMPTN sendiri bisa dibilang jalur rapor karena emang memakai nilai-nilai di rapor sebagai indeks utama penilaiannya kalo SBMPTN itu jalur tulisnya. Beruntung bagi gue dulu waktu kelas X sempet kenalan sama kang Suyudi yang sekarang kuliah di Teknik Sipil ITB, dia waktu itu nyuruh gue buat ngintip2 soal-soal SNMPTN tulis biar gue bisa liat kualitas soalnya (makasih kang ^^). Sehingga waktu kelas XII gak begitu kaget bahwa kalau mau masuk ITB lewat jalur tulis harus berhadapan dengan soal - soal yang bisa dibilang 'asing' selama menempuh masa SMA. Begitulah faktanya soal - soal nya emang cukup jauh kualitasnya dibandingkan ulangan harian ataupun UN di SMA.

Nah setelah mantep info-info nya gue coba menyusun langkah - langkah biar memuluskan diri untuk tembus ITB. Yang pertama gue pikirin sih waktu itu gue butuh teman berjuang buat nanti, biar semangat gak kendor di tengah jalan. Akhirnya gue putusin buat ikut bimbel biar ketemu temen2 yang emang punya niat yang tinggi buat kuliah di PTN sekaligus lihat peta persaingan. Gue coba tanya tanya kakak kelas yang pernah ikut bimbel, dan ngebandingin masing masing bimbel. Setelah cari referensi dan masukan sana sini gue pilih GO buat nemenin perjuangan ber-SBMPTN soalnya ngeliat temen yang keren - keren pada masuk sini dan kadang buka sampai malem. Gak berhenti sampai sini, gue masih penasaran buat nyari - nyari info apa aja yang kudu disiapin buat ber-SBMPTN. Gak sengaja dari niat iseng ini, gue nemu hal-hal yang gue pikir bisa bantu gue banget dalam setaun ber-SBMPTN. Hal-hal itu diantaranya yaitu kenalan sama web zenius.net, masuk grup SBMPTN 2014 punya om jero, nemu tulisan - tulisan kecenya kak @rizkydea, akun twitter @suksesmasukPTN yang suka ngasih info dan tips tips seru dan masih banyak lagi deh pokoknya.
Bagi yang mau ber-SBMPTN cobain deh kepo-kepo 4 atribut gue itu.

Oke deh mulai lah perjuanganku di kelas XII ini untuk mewujudkan cita - cita dari kelas 4 SD ini. Untuk jam belajar, gue sih gak begitu strict harus jam berapa jam berapa nya yang penting nyaman aja pas belajar jam segitu dan total jam belajarnya mendekati rencana, untuk gue sendiri nyamannya ya jam 3 pagi sampai shubuh gitu soalnya suasananya emang adem banget hehe. Di masa awal perjuangan ini gue masih belum begitu panas, ya masih suka jauh dari target jam belajar tapi tak apa gue maklumi namanya juga permulaan. Hal ini menurut gue maklum banget, terlebih waktu itu gue belum dapet prodi yang pas di hati jadi ya belum bisa menciptakan effort yang gokil dalam perjuangan ini hehe :D

Lambat laun gue mulai belajar dari catatan2 tumblr nya kak Riris dan hasil kepo di grup sbmptn 2014 setelah itu gue bikin jadwal
Senin : Bahasa Indonesia
Selasa : Bahasa Inggris
Rabu : Kimia
Kamis : Mat IPA
Jum'at : Fisika
Sabtu : Biologi
Minggu : TPA dan Matdas

Gila minggu juga bro? iya lah investasi satu tahun ini buat masa depan sih why not hehe. Mulai itu deh realisasi proyek masa depan gue yang satu ini. Serunya GO waktu itu belum apa2 udah ngadain aja TO akbar, wah dalam hati persiapan masih ecek2 gini udah harus nyicipin model soal SBMPTN adrenalin langsung mengalir deras wkwk. Tanpa persiapan yang jelas waktu itu gue ngerjain soal TO yang emang belum sesuai jumlah soalnya dengan SBMPTN sebenernya (alokasi waktu juga soalnya) daaan anda tau bagaimana reaksi gue? 'Hmmm gila kok beda ya sama yang di buku' hehe maklum waktu pertama2 sumber referensi gue belum up to date jadi ya agak aneh waktu liat soal TO dan alhasil PG pertama cuma 30% itu juga 26% disumbang sama TPA sisaanyaa "I dont say" deh keknya :3. Dalam hati PG segini mana laku di ITB wkwk padahal pilihan pertama waktu itu masih FMIPA karena ngincer Math murni nya hehe :D

Oke deh gue coba move dari hasil TO pertama ini dan belajar memperkaya kembali model soal yang ada. Sejak saat itu mungkin di dalam pikiran gue bagian sekolah (ada bagian lain soalnya hehe) didominasi sama yang namanya SBMPTN. As consequently, gue suka lupa kalau ada tugas di sekolah haha tapi untung selalu ada cara buat ngeles dan selalu aja ada temen yang nemenin ngumpulin tugas mepet deadline wkwk (jangan ditiru ye). Saking malesnya ada temen gue yang negur gue 'Hil, kok ente makin males aja kelas 12?'. Gue sih gak begitu kaget waktu dapet pertanyaan itu, gue jawab dengan enteng aja 'ada prioritas lain hehe'. Makin kesini temen gue makin tau gara2 gue masang gambar ini di dekstop wkwkwk (sebagian ada yang gue ceritain langsung sih :) )

Zenius Learning di zenius.net memperkaya gambaran gue tentang tes seleksi PTN dan bagaimana mekanismenya bekerja, gue abisin aja tuh zenius learning yang bisa dibuka regular member soalnya waktu itu belum beli voucher hehe. TST (konsul) di GO lebih gue nikmatin daripada kerja kelompok (sorry ya buat temen2 yang dulu sekelompok sama gue hehe) buat ngerjain tugas sekolah. Sampai2 karena keseringan TST gue disebut 'jurig TST' wkwk gpp lah gue kebal kan semua ini cuma untukmu kok ITB :* (alay)

Alhamdulillah bulan oktober gue dapet rejeki, lumayan bisa buat beli voucher zenius yang setaun hehe langsung aja tuh waktu itu gue ngacir ke Indomaret buat beli voucher zenius. Gue abisin dah zenius learning yang kemarin sempat terhalang dengan status premium member wkwk. Bagian Goals and Motivation sama learning how to learn bagi gue sih mencerahkan banget jadi makin jelas bahwa persiapan SBMPTN tuh terasa penting banget buat siswa kelas XII yang punya mimpi kuliah di kampus impian. Ya walaupun gue tau sih, ada SNMPTN yang gak perlu effort se-alay gini tapi ya tweet dan tumblr dari teh riris menyadarkanku (cielah) bahwa di PHP-in SNMPTN tuh bakal nyesek banget apalagi kalau belum persiapan buat SBMPTN. Mulai tuh gue ber-zenius ria waktu itu masih nyoba ngabisin Basic Skills nya gitu ikutin saran bang Sabda waktu di zenius learning ya walaupun masih rada lemot gara2 waktu itu gue masih pake modem smartfren (*eh sebut merk) tapi ya keseruan belajarnya gak ilang kok :)

TO demi TO di GO alhamdulillah ada perkembangan juga setelah tools2 yang ada sudah lumayan dimaksimalkan. Mulai dari 30%, 33%, sampe 42% yeeey tembus FMIPA ITB di TO tapi wkwkwk. Namun status "Lolos" di TO ini terasa hambaar. Entah kenapa? Hmmm kayaknya lanjut di Part selanjutnya aja deh biar agak seru. Penasaran kan? hehe :D

Wassalamu'alaikum wr.wb

Chapter 2: http://hilmyajp29.blogspot.com/2014/08/pengalaman-ber-sbmptn-chapter-2.html
Chapter 3: http://hilmyajp29.blogspot.com/2014/08/pengalaman-ber-sbmptn-chapter-3.html
Chapter 4: http://hilmyajp29.blogspot.com/2014/08/pengalaman-ber-sbmptn-chapter-4.html
Chapter 5: http://hilmyajp29.blogspot.com/2014/08/pengalaman-ber-sbmptn-chapter-5-final.html

Sabtu, 31 Mei 2014

Dream, Pray, and Action

Saat kita punya mimpi, apa yang harus kita lakukan? Tertidur lagi kah? Yang jelas tidak! Saat kita bermimpi dan berhasrat untuk mewujudkan itu, maka secara tidak langsung kita punya tanggung jawab akan hal itu. Apakah kita mau menyia-nyiakan apa yang sudah menjadi tanggung jawab kita? Kita harus berpikir dua kali apabila ingin menyia-nyakan kesempatan yang ada untuk mewujudkan mimpi kita. Lalu, bagaimana mempertanggung jawabkan mimpi kita itu? Pertama - tama mulai lah dengan niat yang baik, karena niat yang baik adalah pondasi yang kuat untuk mimpi - mimpi kita. Sampaikan niat baik kita kepada Allah sang Maha Pengabul doa. Semoga dari awal yang indah itu kita dapat bertahan dari halangan dan rintangan yang mewarnai perjalanan untuk mewujudkan mimpi kita. Itu baru awal, siapkanlah badan tegapkan wajah menatap langit, namun kaki tetaplah berpijak pada bumi. Rencanakan dan persiapkan action - action mu untuk mewujudkan mimpi itu. Tak perlu langsung yang muluk - muluk, bisa dari action - action kecil yang bermanfaat karena yang besar biasanya berawal dari yang kecil. Tetap pertahankan konsistensi untuk menggapai mimpi - mimpi. Perlu diingat bahwa rangkaian ini bukan rangkaian yang monoton, Dream-Pray-Action merupakan konsep yang siklik. Jadi saat sedang mengerjakan action jangan lupa untuk terus mengiringinya dengan doa, saat kita menemui titik jenuh kita bisa mengingat kembali rencana Dreams kita diawal. Pasrahkan semua hasilnya pada Allah, kita hanya disuruh untuk berikhtiar semoga yang terbaik yang akan kita dapat. Aamiin, sukses untuk kita semua :)

Rabu, 28 Mei 2014

Bangkit

"Bangkit" satu kata sarat makna yang sulit terealisasi dimana hati, pikiran, emosi, angan, bercampur aduk menjadi satu dalam rasa yang tidak teridentifikasi. Ya begitulah, memang sudah lumrahnya manusia adakalanya berada di titik yang ekstrem. Titik dimana semua makanan yang lezat pun terasa hambir atau bahkan pahit dimakan. Akan tetapi, akankah sisa umur kita akan kita habiskan untuk meratapi dan berdiam diri di titik itu? Sungguh merugi orang yang seperti itu. Lalu, apakah yang harus kita lakukan kala berada dalam titik itu? Bangkit,bangkit,bangkit ya itulah satu satu nya solusi dari permasalahan itu. Mengutip dari kata - kata Mario Teguh bahwa manusia tidak diperhitungkan berdasarkan berapa banyak dia gagal, tapi berapa kali dia bangkit dari kegagalan. Hal itu ada benarnya karena apabila hidup kita hanya dipenuhi oleh penyesalan atas kegagalan saja, maka akan sia-sia usaha - usaha kita yang dulu kita lakukan sebelum gagal itu datang. Saat gagal adalah saat dimana kita mengintropeksi diri dan usaha kita apakah sudah layak atau belum dengan apa yang kita harapkan. Titik yang dianggap titip bawah oleh kita adakalanya adalah titik terdekat dengan apa yang kita butuhkan. Tetaplah husnuzan kepada Allah atas apa yang terjadi dan tetap berusahalah mengambil hikmah dari kejadian tersebut. So, segeralah bangkit dan katakan pada dunia "Life must go on".
Enjoy saja, nikmati hidup karena hidup di dunia cuma sekali :)