Rabu, 28 Mei 2014

Bangkit

"Bangkit" satu kata sarat makna yang sulit terealisasi dimana hati, pikiran, emosi, angan, bercampur aduk menjadi satu dalam rasa yang tidak teridentifikasi. Ya begitulah, memang sudah lumrahnya manusia adakalanya berada di titik yang ekstrem. Titik dimana semua makanan yang lezat pun terasa hambir atau bahkan pahit dimakan. Akan tetapi, akankah sisa umur kita akan kita habiskan untuk meratapi dan berdiam diri di titik itu? Sungguh merugi orang yang seperti itu. Lalu, apakah yang harus kita lakukan kala berada dalam titik itu? Bangkit,bangkit,bangkit ya itulah satu satu nya solusi dari permasalahan itu. Mengutip dari kata - kata Mario Teguh bahwa manusia tidak diperhitungkan berdasarkan berapa banyak dia gagal, tapi berapa kali dia bangkit dari kegagalan. Hal itu ada benarnya karena apabila hidup kita hanya dipenuhi oleh penyesalan atas kegagalan saja, maka akan sia-sia usaha - usaha kita yang dulu kita lakukan sebelum gagal itu datang. Saat gagal adalah saat dimana kita mengintropeksi diri dan usaha kita apakah sudah layak atau belum dengan apa yang kita harapkan. Titik yang dianggap titip bawah oleh kita adakalanya adalah titik terdekat dengan apa yang kita butuhkan. Tetaplah husnuzan kepada Allah atas apa yang terjadi dan tetap berusahalah mengambil hikmah dari kejadian tersebut. So, segeralah bangkit dan katakan pada dunia "Life must go on".
Enjoy saja, nikmati hidup karena hidup di dunia cuma sekali :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar