Sabtu, 31 Mei 2014

Dream, Pray, and Action

Saat kita punya mimpi, apa yang harus kita lakukan? Tertidur lagi kah? Yang jelas tidak! Saat kita bermimpi dan berhasrat untuk mewujudkan itu, maka secara tidak langsung kita punya tanggung jawab akan hal itu. Apakah kita mau menyia-nyiakan apa yang sudah menjadi tanggung jawab kita? Kita harus berpikir dua kali apabila ingin menyia-nyakan kesempatan yang ada untuk mewujudkan mimpi kita. Lalu, bagaimana mempertanggung jawabkan mimpi kita itu? Pertama - tama mulai lah dengan niat yang baik, karena niat yang baik adalah pondasi yang kuat untuk mimpi - mimpi kita. Sampaikan niat baik kita kepada Allah sang Maha Pengabul doa. Semoga dari awal yang indah itu kita dapat bertahan dari halangan dan rintangan yang mewarnai perjalanan untuk mewujudkan mimpi kita. Itu baru awal, siapkanlah badan tegapkan wajah menatap langit, namun kaki tetaplah berpijak pada bumi. Rencanakan dan persiapkan action - action mu untuk mewujudkan mimpi itu. Tak perlu langsung yang muluk - muluk, bisa dari action - action kecil yang bermanfaat karena yang besar biasanya berawal dari yang kecil. Tetap pertahankan konsistensi untuk menggapai mimpi - mimpi. Perlu diingat bahwa rangkaian ini bukan rangkaian yang monoton, Dream-Pray-Action merupakan konsep yang siklik. Jadi saat sedang mengerjakan action jangan lupa untuk terus mengiringinya dengan doa, saat kita menemui titik jenuh kita bisa mengingat kembali rencana Dreams kita diawal. Pasrahkan semua hasilnya pada Allah, kita hanya disuruh untuk berikhtiar semoga yang terbaik yang akan kita dapat. Aamiin, sukses untuk kita semua :)

Rabu, 28 Mei 2014

Bangkit

"Bangkit" satu kata sarat makna yang sulit terealisasi dimana hati, pikiran, emosi, angan, bercampur aduk menjadi satu dalam rasa yang tidak teridentifikasi. Ya begitulah, memang sudah lumrahnya manusia adakalanya berada di titik yang ekstrem. Titik dimana semua makanan yang lezat pun terasa hambir atau bahkan pahit dimakan. Akan tetapi, akankah sisa umur kita akan kita habiskan untuk meratapi dan berdiam diri di titik itu? Sungguh merugi orang yang seperti itu. Lalu, apakah yang harus kita lakukan kala berada dalam titik itu? Bangkit,bangkit,bangkit ya itulah satu satu nya solusi dari permasalahan itu. Mengutip dari kata - kata Mario Teguh bahwa manusia tidak diperhitungkan berdasarkan berapa banyak dia gagal, tapi berapa kali dia bangkit dari kegagalan. Hal itu ada benarnya karena apabila hidup kita hanya dipenuhi oleh penyesalan atas kegagalan saja, maka akan sia-sia usaha - usaha kita yang dulu kita lakukan sebelum gagal itu datang. Saat gagal adalah saat dimana kita mengintropeksi diri dan usaha kita apakah sudah layak atau belum dengan apa yang kita harapkan. Titik yang dianggap titip bawah oleh kita adakalanya adalah titik terdekat dengan apa yang kita butuhkan. Tetaplah husnuzan kepada Allah atas apa yang terjadi dan tetap berusahalah mengambil hikmah dari kejadian tersebut. So, segeralah bangkit dan katakan pada dunia "Life must go on".
Enjoy saja, nikmati hidup karena hidup di dunia cuma sekali :)